home masjid

Sisi Praktis dalam Tobat: Istigfar Tak Sekadar Mohon Ampun

Jum'at, 14 Februari 2025 - 04:45 WIB
Istigfar bukan hanya sekadar permohonan ampun, tetapi juga kunci pembuka pintu rahmat, rezeki, dan solusi dari setiap permasalahan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Dalam tobat terdapat sisi atau unsur praksis yang harus dijalankan, hingga hakikat tobat dapat dipenuhi, serta ia dapat memberikan hasilnya bagi jiwa dalam kehidupan.

Sisi praksis ini mempunyai dasar, dan darinya keluar dua cabang. Pertama, meninggalkan kemaksiatan secepatnya. Kedua Istigfar.

Syaikh Yusuf al Qardhawi dalam "at Taubat Ila Allah" (Maktabah Wahbah, 1998) mengatakan pokoknya adalah: meninggalkan kemaksiatan secepatnya. Suatu tobat tidak bermakna jika orang yang bertobat itu masih tetap menjalankan kemaksiatan yang ia sesali itu, serta tidak meninggalkannya; karena, kalau begitu, apa yang ia tobatkan, jadinya?

Meninggalkan tobat itu dinilai sebagai pekerjaan, karena ia menahan diri dari kemaksiatan yang ia ingin lakukan, untuk tetap dalam ketaatan. Tidak diragukan lagi, menahan diri ini adalah pekerjaan, gerak tubuh, serta jihad fi sabilillah.

Allah SWT berfirman:

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan ) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS. al 'Ankabut: 69).

Baca juga: Amalan Sunnah di Malam Nisfu Syaban: Perbanyak Doa dan Istighfar
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya