Catatan Perjalanan Bung Karno ke Tanah Suci: Lepas Atribut Kenegaraan di Makam Rasulullah SAW
Esti setiyowati
Sabtu, 08 Maret 2025 - 09:54 WIB
Presiden pertama RI, Soekarno. Foto: Istimewa.
Pergi haji adalah ibadah yang diimpikan setiap umat Islam. Rukun Islam kelima hukumnya wajib bagi yang mampu, baik secara fisik maupun materi.
Presiden pertama RI, Soekarno mendapat keberkahan untuk menunaikan ibadah haji di tahun 1955. Kala itu perjalanan haji banyak dilakukan lewat jalur laut.
Namun, bagi pemimpin negara seperti Soekarno pergi ke Tanah Suci menggunakan pesawat, di mana saat itu menumpangi Garuda G-340.
Baca juga: Terinspirasi Konsep Berdikari Bung Karno, Muhammadiyah Bangun Hotel Tanpa Utang
Berbeda dengan saat ini, perjalanan lewat udara kala itu menempuh waktu yang cukup lama yaitu sekitar enam hari untuk sampai ke Jeddah, Arab Saudi.
Lamanya waktu tempuh dikarenakan pesawat harus transit di beberapa negara seperti Thailand, Singapura, India, Irak, Mesir dan Uni Emirat Arab.
Menukil memoar Mangil Martowidjojo, "Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967" (1999), sebagai tokoh dunia, Sukarno mendapat upacara penyambutan dari Raja Saud bin Abdulaziz ketika tiba di Jeddah pada 24 Juli 1955.
Presiden pertama RI, Soekarno mendapat keberkahan untuk menunaikan ibadah haji di tahun 1955. Kala itu perjalanan haji banyak dilakukan lewat jalur laut.
Namun, bagi pemimpin negara seperti Soekarno pergi ke Tanah Suci menggunakan pesawat, di mana saat itu menumpangi Garuda G-340.
Baca juga: Terinspirasi Konsep Berdikari Bung Karno, Muhammadiyah Bangun Hotel Tanpa Utang
Berbeda dengan saat ini, perjalanan lewat udara kala itu menempuh waktu yang cukup lama yaitu sekitar enam hari untuk sampai ke Jeddah, Arab Saudi.
Lamanya waktu tempuh dikarenakan pesawat harus transit di beberapa negara seperti Thailand, Singapura, India, Irak, Mesir dan Uni Emirat Arab.
Menukil memoar Mangil Martowidjojo, "Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967" (1999), sebagai tokoh dunia, Sukarno mendapat upacara penyambutan dari Raja Saud bin Abdulaziz ketika tiba di Jeddah pada 24 Juli 1955.