Fabel Jalaluddin Rumi: Burung India
Miftah yusufpati
Rabu, 16 April 2025 - 04:30 WIB
Fabel Rumi ini adalah satu dari sekian banyak yang menekankan kepada Pencari Sufi, pentingnya pengajaran tak langsung dalam Sufisme. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karyaIdries Shahyang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Seorang saudagar memelihara burung dalam sangkar. Ia akan berangkat ke India, tanah asal burung itu, dan bertanya kalau-kalau burung itu ingin meminta oleh-oleh dari sana.
Burung itu meminta kebebasannya, tetapi ditolak. Jadi, ia minta saudagar itu pergi ke hutan di India dan mengabarkan tentang penangkapannya kepada burung-burung bebas yang ada di situ.
Saudagar itu pun berbuat demikian, dan tak lama setelah diucapkannya pesan itu, seekor burung liar yang serupa dengan peliharaannya, jatuh dari pohon dan tak sadarkan diri.
Saudagar itu berpikir bahwa itu pastilah kerabat burung peliharaannya, dan merasa sedih karena ia telah menyebabkan kematiamya.
Ketika ia pulang, burungnya menanyakan apakah Si Saudagar membawa kabar baik dari India.
"Tidak," kata saudagar itu, "aku khawatir kabar buruklah yang kubawa. Salah seekor kerabatmu terkejut dan jatuh dekat kakiku ketika kukabarkan tentang keadaanmu yang berada dalam sangkar."
Seorang saudagar memelihara burung dalam sangkar. Ia akan berangkat ke India, tanah asal burung itu, dan bertanya kalau-kalau burung itu ingin meminta oleh-oleh dari sana.
Burung itu meminta kebebasannya, tetapi ditolak. Jadi, ia minta saudagar itu pergi ke hutan di India dan mengabarkan tentang penangkapannya kepada burung-burung bebas yang ada di situ.
Saudagar itu pun berbuat demikian, dan tak lama setelah diucapkannya pesan itu, seekor burung liar yang serupa dengan peliharaannya, jatuh dari pohon dan tak sadarkan diri.
Saudagar itu berpikir bahwa itu pastilah kerabat burung peliharaannya, dan merasa sedih karena ia telah menyebabkan kematiamya.
Ketika ia pulang, burungnya menanyakan apakah Si Saudagar membawa kabar baik dari India.
"Tidak," kata saudagar itu, "aku khawatir kabar buruklah yang kubawa. Salah seekor kerabatmu terkejut dan jatuh dekat kakiku ketika kukabarkan tentang keadaanmu yang berada dalam sangkar."