Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 04 Mei 2026
home masjid detail berita

Fabel Jalaluddin Rumi: Burung India

miftah yusufpati Rabu, 16 April 2025 - 04:30 WIB
Fabel Jalaluddin Rumi: Burung India
Fabel Rumi ini adalah satu dari sekian banyak yang menekankan kepada Pencari Sufi, pentingnya pengajaran tak langsung dalam Sufisme. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Seorang saudagar memelihara burung dalam sangkar. Ia akan berangkat ke India, tanah asal burung itu, dan bertanya kalau-kalau burung itu ingin meminta oleh-oleh dari sana.

Burung itu meminta kebebasannya, tetapi ditolak. Jadi, ia minta saudagar itu pergi ke hutan di India dan mengabarkan tentang penangkapannya kepada burung-burung bebas yang ada di situ.

Saudagar itu pun berbuat demikian, dan tak lama setelah diucapkannya pesan itu, seekor burung liar yang serupa dengan peliharaannya, jatuh dari pohon dan tak sadarkan diri.

Saudagar itu berpikir bahwa itu pastilah kerabat burung peliharaannya, dan merasa sedih karena ia telah menyebabkan kematiamya.

Ketika ia pulang, burungnya menanyakan apakah Si Saudagar membawa kabar baik dari India.

"Tidak," kata saudagar itu, "aku khawatir kabar buruklah yang kubawa. Salah seekor kerabatmu terkejut dan jatuh dekat kakiku ketika kukabarkan tentang keadaanmu yang berada dalam sangkar."

Baca juga: Kisah Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang

Segera setelah berita tersebut disampaikan, burung itu roboh dan jatuh ke dasar sangkar." "Kabar kematian sanaknya menyebabkannya mati juga," pikir saudagar itu.

Dengan sedih diambilnya burung itu, lalu diletakkannya di ambang jendela. Seketika itu Si Burung hidup kembali dan terbang ke pohon terdekat.

"Sekarang kau tahu," kata burung itu, "bahwa yang kau pikir kabar buruk, sebenarnya kabar baik bagiku. Dan pesan, yakni cara bagaimana berpura-pura, untuk membebaskan diriku, diberitahukan kepadaku lewat kau, penawanku." Dan burung itu pun terbang, akhirnya bebas.

---

Fabel Rumi ini adalah satu dari sekian banyak yang menekankan kepada Pencari Sufi, pentingnya pengajaran tak langsung dalam Sufisme.

Peniru dan sistem yang dirancang sesuai dengan pemikiran konvensional, di Timur maupun di Barat, umumnya memilih menekankan pada 'sistem' dan 'program', alih-alih pada totalitas pengalaman yang diterapkan dalam madrasah Sufi.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 04 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)