Pandangan Pengantar Zina: Kisah Al-Fadhl bin Abbas sampai Nabi Yusuf
Miftah yusufpati
Senin, 21 April 2025 - 17:22 WIB
Untuk mendapat keselamatan, lebih baik kita menjauhi tempat-tempat dan hal-hal yang mendatangkan keburukan dan bahaya. Ilstrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu kali saat haji, Nabi Muhammad SAW pernah memalingkan muka anak pamannya yang bernama al-Fadhl bin Abbas, dari melihat wanita Khats'amiyah, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita itu.
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah SAW, "Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?"
Beliau SAW menjawab, "Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka."
Kekhawatiran akan terjadinya fitnah itu kembali kepada hati nurani si muslim, yang wajib mendengar dan menerima fatwa, baik dari hati nuraninya sendiri maupun orang lain. Artinya, fitnah itu tidak dikhawatirkan terjadi jika hati dalam kondisi sehat, tidak dikotori syahwat, tidak dirusak syubhat (kesamaran), dan tidak menjadi sarang pikiran-pikiran yang menyimpang.
Baca juga: Memandang Merupakan Pengantar Perzinaan, Begini Penjelasannya
Kisah Nabi Yusuf
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah SAW, "Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?"
Beliau SAW menjawab, "Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka."
Kekhawatiran akan terjadinya fitnah itu kembali kepada hati nurani si muslim, yang wajib mendengar dan menerima fatwa, baik dari hati nuraninya sendiri maupun orang lain. Artinya, fitnah itu tidak dikhawatirkan terjadi jika hati dalam kondisi sehat, tidak dikotori syahwat, tidak dirusak syubhat (kesamaran), dan tidak menjadi sarang pikiran-pikiran yang menyimpang.
Baca juga: Memandang Merupakan Pengantar Perzinaan, Begini Penjelasannya
Kisah Nabi Yusuf