Pergeseran Sunnah ke Hadis: Pokok-Pokok Pemikiran Golongan Ingkar Hadis
Miftah yusufpati
Ahad, 01 Juni 2025 - 05:45 WIB
Hadis pun perlu diuji keabsahannya berdasarkan Al-Quran. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Cendekiawan muslim, Prof Dr Nurcholish Madjid (1939 – 2005) atau populer dipanggil Cak Nur, mengatakan terdapat kelompok-kelompok umat Islam yang sangat meragukan otentisitas dan otoritas kumpulan hadis.
"Namun, mereka sejatinya tidak mengingkari sunnah, karena mengingkari sunnah Nabi adalah hal yang mustahil dilakukan oleh seorang Muslim. Meski begitu, kelompok ini lazim disebut sebagai golongan Ingkar Hadis (Inkar al-Hadits)," kata Cak Nur dalam buku berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Pergeseran Pengertian Sunnah ke Hadits, Implikasinya dalam Pengembangan Syariah".
Menurut Dr. Mushthafa al-Siba'i—seorang pembela semangat paham Sunni yang juga mantan dekan Fakultas Syariah Universitas Suriah dan tokoh penting gerakan al-Ikhwan al-Muslimun di Suriah, golongan Ingkar Hadis dapat dijumpai di berbagai belahan dunia Islam, dari masa lampau hingga kini.
Salah satu tokoh modern yang mengusung pemikiran ingkar terhadap hadis dikutip oleh al-Siba’i dalam karyanya. Tokoh ini, yang tidak disebutkan namanya secara eksplisit, pernah menulis pandangannya dalam majalah al-Manar yang dipimpin oleh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha.
Baca juga: Nurcholish Madjid: Sunnah Tidak Terbatas Hanya pada Hadis
Menurut al-Siba’i, tokoh tersebut adalah seorang Muslim yang bergairah dalam membela Islam, tetapi pandangannya yang menolak otoritas hadis menimbulkan kontroversi besar, khususnya di kalangan ulama Al-Azhar.
Pokok-Pokok Pemikiran Golongan Ingkar Hadis
"Namun, mereka sejatinya tidak mengingkari sunnah, karena mengingkari sunnah Nabi adalah hal yang mustahil dilakukan oleh seorang Muslim. Meski begitu, kelompok ini lazim disebut sebagai golongan Ingkar Hadis (Inkar al-Hadits)," kata Cak Nur dalam buku berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Pergeseran Pengertian Sunnah ke Hadits, Implikasinya dalam Pengembangan Syariah".
Menurut Dr. Mushthafa al-Siba'i—seorang pembela semangat paham Sunni yang juga mantan dekan Fakultas Syariah Universitas Suriah dan tokoh penting gerakan al-Ikhwan al-Muslimun di Suriah, golongan Ingkar Hadis dapat dijumpai di berbagai belahan dunia Islam, dari masa lampau hingga kini.
Salah satu tokoh modern yang mengusung pemikiran ingkar terhadap hadis dikutip oleh al-Siba’i dalam karyanya. Tokoh ini, yang tidak disebutkan namanya secara eksplisit, pernah menulis pandangannya dalam majalah al-Manar yang dipimpin oleh Sayyid Muhammad Rasyid Ridha.
Baca juga: Nurcholish Madjid: Sunnah Tidak Terbatas Hanya pada Hadis
Menurut al-Siba’i, tokoh tersebut adalah seorang Muslim yang bergairah dalam membela Islam, tetapi pandangannya yang menolak otoritas hadis menimbulkan kontroversi besar, khususnya di kalangan ulama Al-Azhar.
Pokok-Pokok Pemikiran Golongan Ingkar Hadis