Berpakaian tapi Lekuk Aurat Tampak, Ini Peringatan Keras Rasulullah
Ahmad zuhdi
Kamis, 30 September 2021 - 18:32 WIB
Ilustrasi display pakain lewat manekin. Foto: Istimewa
Berpakaian merupakan ciri khas manusia untuk membedakan dengan makhluk lain. Mode berpakaian tentu saja banyak ragamnya, sesuai dengan latar belakang lingkungan, pendidikan, dan agama yang dianutnya.
Seorang muslim atau muslimah dituntut untuk berpakaian yang Islami dan tidak terpengaruh dengan budaya-budaya luar yang akan merusak akhlak manusia. Tidak mustahil dengan pakaian orang akan terjerumus kepada jurang kehancuran.
Baca Juga:Baim Wong Gembira Sukses Hilangkan Perut Buncit
Pakaian dapat berfungsi sebagai penutup aurat (kemaluan), juga dapat berfungsi sebagai hiasan dan dapat berfungsi sebagai libasu at-Taqwa, pakaian yang menjadi ciri ketaqwaan. Untuk itu, maka setiap muslim terutama muslimah hendaklah mengetahui etika berpakaian menurut Islam.
Sebab dalam hadist shahih yang diriwayatkan Abu Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah memberikan peringatan tegas kepada muslimah atau seorang wanita yang memakai pakaian, namun kelihatan auratnya. Bahkan ancamannya tidak akan masuk surga dan mencium indahnya surga, padahal aroma surga dapat tercium dari jarak jauh.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan kedua, para wanita yang berpakaian tapi terlihat aurat, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim nomor 2128).
Seorang muslim atau muslimah dituntut untuk berpakaian yang Islami dan tidak terpengaruh dengan budaya-budaya luar yang akan merusak akhlak manusia. Tidak mustahil dengan pakaian orang akan terjerumus kepada jurang kehancuran.
Baca Juga:Baim Wong Gembira Sukses Hilangkan Perut Buncit
Pakaian dapat berfungsi sebagai penutup aurat (kemaluan), juga dapat berfungsi sebagai hiasan dan dapat berfungsi sebagai libasu at-Taqwa, pakaian yang menjadi ciri ketaqwaan. Untuk itu, maka setiap muslim terutama muslimah hendaklah mengetahui etika berpakaian menurut Islam.
Sebab dalam hadist shahih yang diriwayatkan Abu Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah memberikan peringatan tegas kepada muslimah atau seorang wanita yang memakai pakaian, namun kelihatan auratnya. Bahkan ancamannya tidak akan masuk surga dan mencium indahnya surga, padahal aroma surga dapat tercium dari jarak jauh.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan kedua, para wanita yang berpakaian tapi terlihat aurat, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim nomor 2128).