home masjid

Agar Nggak Salah Paham, Muharram Bukan Bulan Hijrah Nabi Muhammad SAW

Ahad, 29 Juni 2025 - 05:15 WIB
Muharram bukan bulan hijrah Nabi, melainkan awal tahun berdasarkan keputusan politik-kultural di masa Khulafaur Rasyidin. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Banyak yang mengira hijrah Nabi Muhammad ﷺ ke Madinah terjadi di bulan Muharram. Sejarah berkata lain. Kalender Hijriyah justru lahir bertahun-tahun setelah hijrah itu sendiri.

Setiap 1 Muharram, umat Islam menyambut tahun baru Hijriyah. Doa bersama dibacakan, parade hijrah digelar, dan banyak yang meyakini: inilah momen Nabi Muhammad ﷺ berpindah dari Makkah ke Madinah. Tapi, benarkah hijrah itu terjadi di bulan Muharram?

Dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, juga dalam Ar-Raḥīq al-Makhtūm (Sirah Nabawiyah terbaik versi Rabithah Alam Islami), disebutkan dengan gamblang: Rasulullah ﷺ memulai perjalanan hijrahnya bukan pada bulan Muharram, melainkan Rabiul Awal.

Tanggalnya bahkan disebut secara pasti: 1 Rabiul Awal, malam Senin, tahun 1 Hijriah. Nabi keluar dari Gua Tsur setelah bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Delapan hari kemudian, beliau sampai di Quba, lalu pada 12 Rabiul Awal, beliau tiba di Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.

Perjalanan ini bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga simbolik: dari tekanan menuju kebebasan, dari dakwah sembunyi-sembunyi menuju pembentukan negara. Inilah fase kedua kenabian.

Baca juga: Abdul Mu’ti, Tiga Hal Pelajaran dari Hijrah Nabi dalam Membangun Peradaban

Hijrah Bukan Muharram
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya