home masjid

Kesatuan Spiritual dan Material: Islam dan Harmoni Kehidupan Modern

Senin, 30 Juni 2025 - 15:48 WIB
Bahwa hidup ini, seutuhnya, bisa menjadi ibadah. Ilustrasi: AI
LIRANEWS.COM | Di tengah dunia yang membelah tajam antara yang spiritual dan yang material, Islam datang dengan satu pesan yang radikal: hidup tidak harus terbagi.

Seluruh keberadaan manusia—baik jasmani maupun rohani—dapat dan harus bergerak dalam satu arah yang harmonis. Itulah inti dari refleksi mendalam Muhammad Asad dalam Islam di Simpang Jalan (terjemahan dari Islam at the Crossroads, 1935).

Bagi Asad, agama bukan sekadar jalan untuk memahami hal-hal yang tidak mampu dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Agama, khususnya Islam, adalah perangkat hidup yang mengintegrasikan seluruh keberadaan manusia ke dalam satu orbit makna.

Dalam pandangan ini, kesadaran manusia dan alam semesta adalah dua manifestasi dari satu Kehendak Ilahi yang sama. Tidak ada yang sekuler atau sakral. Semuanya adalah bagian dari skema Tuhan.

Baca juga: Di Tengah Gelombang Barat: Jalan Tengah Menurut Muhammad Asad

“Manfaat besar yang diberikan agama,” tulis Asad, “adalah penyadaran bahwa manusia selalu dan tidak pernah dapat terlepas dari satu kesatuan yang terencana.” Ini bukan sekadar retorika mistik.

Bagi Asad, kesatuan itu menjelma dalam cara Islam mengajarkan ibadah. Lihatlah salat: tidak hanya doa dalam batin, tapi juga gerakan fisik yang terkoordinasi. Dalam salat, tubuh dan jiwa sama-sama berpartisipasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya