Resmi Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Jamin Integritas Pribadi Tak Akan Berubah
Esti setiyowati
Kamis, 22 Januari 2026 - 18:16 WIB
Resmi Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Jamin Integritas Pribadi Tak Akan Berubah. Foto: tangkapan layar Youtube Sabrang MDP Official.
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto akhirnya buka suara buka usai pelantikannya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menuai polemik di masyarakat.
Putra budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib atau Cak Nun itu membeberkan keputusannya hingga menerima jabatan tersebut lewat channel Youtube Sabrang MDP Official, Rabu (21/1/2026).
Dalam unggahan di kanal YouTube Sabrang MDP Official, Noe mengklarifikasi bahwa perannya sebagai tenaga ahli di DPN RI bukan sebagai pembuat kebijakan, melainkan pemberi saran strategis bagi pemerintah.
Baca juga: Merapat ke Pemerintahan, Anak Cak Nun Kini Jadi Staf Ahli Sjafrie Sjamsoeddin
Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut berfungsi layaknya "panca indra" bagi Presiden untuk memetakan situasi, menganalisis risiko, dan memberikan rekomendasi perbaikan kondisi bangsa.
“Mungkin (memasukkannya) bisa diteruskan ke Presiden, (masukkan tenaga ahli itu) terhadap situasi, risiko, dan rekomendasi. Jadi ini sebagai indra, mata, akal, telinga. Apa sih yang terjadi? Harusnya gimana sih untuk bisa memperbaiki situasi?” kata Noe, dikutip LANGIT7.ID pada Kamis (22/1/2026).
Noe menyadari adanya gelombang kritik pascapelantikannya sebagai Tenaga Ahli Madya di DPN RI.
Putra budayawan dan cendekiawan muslim Emha Ainun Najib atau Cak Nun itu membeberkan keputusannya hingga menerima jabatan tersebut lewat channel Youtube Sabrang MDP Official, Rabu (21/1/2026).
Dalam unggahan di kanal YouTube Sabrang MDP Official, Noe mengklarifikasi bahwa perannya sebagai tenaga ahli di DPN RI bukan sebagai pembuat kebijakan, melainkan pemberi saran strategis bagi pemerintah.
Baca juga: Merapat ke Pemerintahan, Anak Cak Nun Kini Jadi Staf Ahli Sjafrie Sjamsoeddin
Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut berfungsi layaknya "panca indra" bagi Presiden untuk memetakan situasi, menganalisis risiko, dan memberikan rekomendasi perbaikan kondisi bangsa.
“Mungkin (memasukkannya) bisa diteruskan ke Presiden, (masukkan tenaga ahli itu) terhadap situasi, risiko, dan rekomendasi. Jadi ini sebagai indra, mata, akal, telinga. Apa sih yang terjadi? Harusnya gimana sih untuk bisa memperbaiki situasi?” kata Noe, dikutip LANGIT7.ID pada Kamis (22/1/2026).
Noe menyadari adanya gelombang kritik pascapelantikannya sebagai Tenaga Ahli Madya di DPN RI.