Mufti Agung Mesir Larang AI Jadi Rujukan Tunggal Tafsir Al-Qur'an
Esti setiyowati
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:39 WIB
Mufti Agung Mesir Larang AI Jadi Rujukan Tunggal Tafsir Al-Quran. Foto: Ist.
Mufti Agung Mesir, Dr. Nazir Ayyad, memperingatkan umat Islam agar tidak menjadikan aplikasi kecerdasan buatan (AI) sebagai rujukan tunggal dalam menafsirkan Al-Qur'an.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan secara syariat karena berisiko menghasilkan interpretasi yang keliru dari teks suci.
Melansir Gulf News, Sabtu (31/1/2026), dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs Dar Al Ifta Al Misriyyah, Dr. Ayyad menegaskan bahwa penggunaan AI tanpa panduan ahli untuk menafsirkan Al-Qur'an dilarang menurut hukum Islam.
Baca juga: Ahli Tafsir Terbaik Sepanjang Masa, Ibnu Abbas Giat Pelajari Al Quran
Ia menekankan bahwa penafsiran Al-Qur'an merupakan tanggung jawab serius yang tidak dapat dipisahkan dari fondasi ilmu-ilmu keislaman yang baku.
Mufti Agung menjelaskan bahwa pedoman ini bertujuan untuk melindungi Al-Qur'an dari dugaan dan penafsiran menyimpang, sekaligus mencegah penyebaran makna ayat-ayat suci tanpa dasar ilmiah yang tepat.
Dr Ayyad menegaskan bahwa penafsiran Al-Qur'an tanpa verifikasi ahli berisiko merusak integritas dan kesucian pesan ilahi.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan secara syariat karena berisiko menghasilkan interpretasi yang keliru dari teks suci.
Melansir Gulf News, Sabtu (31/1/2026), dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs Dar Al Ifta Al Misriyyah, Dr. Ayyad menegaskan bahwa penggunaan AI tanpa panduan ahli untuk menafsirkan Al-Qur'an dilarang menurut hukum Islam.
Baca juga: Ahli Tafsir Terbaik Sepanjang Masa, Ibnu Abbas Giat Pelajari Al Quran
Ia menekankan bahwa penafsiran Al-Qur'an merupakan tanggung jawab serius yang tidak dapat dipisahkan dari fondasi ilmu-ilmu keislaman yang baku.
Mufti Agung menjelaskan bahwa pedoman ini bertujuan untuk melindungi Al-Qur'an dari dugaan dan penafsiran menyimpang, sekaligus mencegah penyebaran makna ayat-ayat suci tanpa dasar ilmiah yang tepat.
Dr Ayyad menegaskan bahwa penafsiran Al-Qur'an tanpa verifikasi ahli berisiko merusak integritas dan kesucian pesan ilahi.