Iran Ancam Tak Akan Ada Negosiasi dengan AS Jika Israel Tetap Serang Gaza dan Lebanon
Lusi mahgriefie
Selasa, 02 Juni 2026 - 09:26 WIB
Sumber: trendsgroup.org
Iran memperingatkan serangan Israel di Gaza dan Lebanon akan mengancam perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Untuk itu para pejabat Iran menuntut 'gencatan senjata di semua lini', karena Israel memperdalam invasi ke Lebanon dan mengancam akan membom Beirut.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon dan permusuhan yang berkelanjutan di Gaza, berujung pada kegagalan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan pada hari Senin bahwa invasi Israel yang meningkat ke Lebanon dan serangannya terhadap negara tersebut, bersamaan dengan pengepungan pelabuhan Iran oleh AS yang terus berlanjut, merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Sebagaimana melansir Al Jazeera, Selasa (2/6/2026).
"Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang mutlak di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran," tambahnya.
Kepala negosiator Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan poin yang sama.
"Blokade angkatan laut dan peningkatan kejahatan perang di Lebanon oleh rezim Zionis yang melakukan genosida adalah bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata," tulisnya di media sosial.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon dan permusuhan yang berkelanjutan di Gaza, berujung pada kegagalan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan pada hari Senin bahwa invasi Israel yang meningkat ke Lebanon dan serangannya terhadap negara tersebut, bersamaan dengan pengepungan pelabuhan Iran oleh AS yang terus berlanjut, merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Sebagaimana melansir Al Jazeera, Selasa (2/6/2026).
"Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang mutlak di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.
"Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran," tambahnya.
Kepala negosiator Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan poin yang sama.
"Blokade angkatan laut dan peningkatan kejahatan perang di Lebanon oleh rezim Zionis yang melakukan genosida adalah bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata," tulisnya di media sosial.