Kritik Harga Tes PCR, Anggota DPR: Jangan Bebani Rakyat
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 28 Oktober 2021 - 09:00 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani. (Foto: dpr.go.id)
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, telah mengumumkanhargates real time polymerase chain reaction (RT-PCR) turun menjadi Rp275.000 di Pulau Jawa-Bali dan Rp300.000 di luar Jawa-Bali. Namun, kebijakan itu dirasa masih membebani masyarakat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menilaihargates PCR terbaru itu masih terbilang mahal. Menurutnya,hargatersebut sangat membebani masyarakat, mengingat rencana pemerintah mewajibkan tes PCR sebagai syarat perjalanan moda transportasi publik.
"Kalau kebijakan ini diterapkan, maka tes Covid-19 lainnya, seperti swab antigen tidak berlaku," kata Netty seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis (28/10).
Baca juga:DPR Minta Harga Tes PCR Terbaru Dikaji Ulang, Ini Alasannya
"Artinya, semua penumpang transportasi non-udara yang notabene-nya dari kalangan menengah ke bawah wajib menggunakan PCR. Ini namanya membebani rakyat," ujarnya.
Mengenai harga tes PCR terbaru ini, Netty meminta pemerintah menjelaskan secara transparan harga dasar PCR. Sebab, awalnya tes PCR sempat berada di atas Rp1 juta sebelum akhirnya turun menjadi Rp275.000-Rp300.000.
"Pemerintah harus punya sikap yang tegas bahwa seluruh kebijakan penanganan murni demi keselamatan rakyat," terangnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menilaihargates PCR terbaru itu masih terbilang mahal. Menurutnya,hargatersebut sangat membebani masyarakat, mengingat rencana pemerintah mewajibkan tes PCR sebagai syarat perjalanan moda transportasi publik.
"Kalau kebijakan ini diterapkan, maka tes Covid-19 lainnya, seperti swab antigen tidak berlaku," kata Netty seperti dikutip dari laman dpr.go.id, Kamis (28/10).
Baca juga:DPR Minta Harga Tes PCR Terbaru Dikaji Ulang, Ini Alasannya
"Artinya, semua penumpang transportasi non-udara yang notabene-nya dari kalangan menengah ke bawah wajib menggunakan PCR. Ini namanya membebani rakyat," ujarnya.
Mengenai harga tes PCR terbaru ini, Netty meminta pemerintah menjelaskan secara transparan harga dasar PCR. Sebab, awalnya tes PCR sempat berada di atas Rp1 juta sebelum akhirnya turun menjadi Rp275.000-Rp300.000.
"Pemerintah harus punya sikap yang tegas bahwa seluruh kebijakan penanganan murni demi keselamatan rakyat," terangnya.