Peradaban Islam
Ilmu Pengetahuan Berkembang Pesat Terinspirasi dari Al-Qur'an
Muhajirin
Jum'at, 12 November 2021 - 11:34 WIB
Ilustrasi Mushaf Al-Quran (foto: langit7.id/istock)
Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan, semua khazanah keilmuan yang ada saat ini merupakan warisan dari peradaban Islam. Ulama-ulama tersohor masa lalu merupakan peletak pondasi ilmu pengetahuan modern. Sumber inspirasi mereka cuma satu, yakni Al-Qur’an.
Masyhur nama Ibnu Sina dikenal sebagai ‘Bapak Kedokteran Modern’, Al-Khawarizmi ilmuwan penting dalam sejarah matematika, Al Kindi menulis 260 buku dengan ilmu berbeda-beda, Abduh Wafa mengembangkan metode trigonometri, Fatima Al-Fihri pendiri universitas pertama di dunia (Al-Qarawiyyin, 895 M), dan Al Jazari pelopor konsep hidrolik yang menjadi cikal bakal robotika.
Ada pula Al-Farabi sebagai tokoh muslim pertama dalam ilmu logika, Ibnu Haitham pelopor optic Kepler maupun newton. Ibnu Haitham ahli dalam ilmu sains, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ada Ibnu Khaldun sebagai pakar filsafat, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Al Biruni penulis kitab Al-Hayawan (ensiklopedia hewan).
Ada pula Ibnu Batutah penjelajah pelosok dunia pada abad pertengahan. Ibnu Nafis pelopor sistem peredaran darah manusia. Al Tusi pelopor model planet (planetarium) sebelum Copernicus. Ada pula Banu Musa penulis buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) tentang 100 macam kerja mesin. Ada banyak nama-nama lain yang tak bisa disebutkan.
Baca Juga: Wawancara Khusus Mahathir Mohamad: Peradaban Islam Bangkit jika Muslimin Amalkan Nilai Keislaman
“Bukan orang Islam biasa, mereka adalah orang fokus pada ilmu pengetahuan yang terinspirasi dari Al-Qur’an. Ibnu Sina, Al-Khawarizmi Ibnu Khaldun, hingga Al-Ghazali merupakan ilmuwan yang sejak kecil sudah ditekankan untuk shalat tepat waktu dan menghafal Al-Qur’an,” kata UAH dikutip kanal YouTube Dakwah Islam Bersama, Senin (8/10/2021).
Masyhur nama Ibnu Sina dikenal sebagai ‘Bapak Kedokteran Modern’, Al-Khawarizmi ilmuwan penting dalam sejarah matematika, Al Kindi menulis 260 buku dengan ilmu berbeda-beda, Abduh Wafa mengembangkan metode trigonometri, Fatima Al-Fihri pendiri universitas pertama di dunia (Al-Qarawiyyin, 895 M), dan Al Jazari pelopor konsep hidrolik yang menjadi cikal bakal robotika.
Ada pula Al-Farabi sebagai tokoh muslim pertama dalam ilmu logika, Ibnu Haitham pelopor optic Kepler maupun newton. Ibnu Haitham ahli dalam ilmu sains, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ada Ibnu Khaldun sebagai pakar filsafat, sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Al Biruni penulis kitab Al-Hayawan (ensiklopedia hewan).
Ada pula Ibnu Batutah penjelajah pelosok dunia pada abad pertengahan. Ibnu Nafis pelopor sistem peredaran darah manusia. Al Tusi pelopor model planet (planetarium) sebelum Copernicus. Ada pula Banu Musa penulis buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) tentang 100 macam kerja mesin. Ada banyak nama-nama lain yang tak bisa disebutkan.
Baca Juga: Wawancara Khusus Mahathir Mohamad: Peradaban Islam Bangkit jika Muslimin Amalkan Nilai Keislaman
“Bukan orang Islam biasa, mereka adalah orang fokus pada ilmu pengetahuan yang terinspirasi dari Al-Qur’an. Ibnu Sina, Al-Khawarizmi Ibnu Khaldun, hingga Al-Ghazali merupakan ilmuwan yang sejak kecil sudah ditekankan untuk shalat tepat waktu dan menghafal Al-Qur’an,” kata UAH dikutip kanal YouTube Dakwah Islam Bersama, Senin (8/10/2021).