home edukasi & pesantren

Ustaz Syam: Marawis Jadi Media Dakwah Masuknya Islam ke Nusantara

Rabu, 22 Desember 2021 - 09:09 WIB
Masjid menjadi salah satu pusat penyebaran dakwah. Foto: iStock.
Saat ini, musik sudah menjadi bagian yang melekat dalam beberapa kegiatan seremonial. Salah satunya dalam kegiatan keagamaan, seperti Orkes Gambus, Qasidah, Nasyid, dan Marawis.

Marawis ialah salah satu jenis musik perkusi dengan unsur religi yang kental. Merawis grub musik Islam, yang biasanya terdiri dari sepuluh hingga dua puluh orang. Namun, jumlah tersebut tidak lah pasti, mengingat semakin banyak orang suaranya akan semakin ramai sehingga membuat pertunjukkan mereka jadi meriah.

Marawis ialah alat musik yang berasal dari Arab, tepatnya di Hadramaut Yaman, dan bersamaan dengan masuknya Islam ke Nusantara, baik melalui musik Gambus atau tari Zapin. Kemudian alat ini dikenal sebagai bagian dari musik Gambus. Lalu seiring perkembangan zaman, Marawis mulai memisahkan diri menjadi bentuk seni sendiri.

Baca Juga:Inthiq, Film Karya Santri Gontor Ungkap Rahasia Mahir Berbahasa Asing

Alat musik yang identik dengan marawis, yakni Hajir dan Marawis (Marwas). Selain itu, ada beberapa alat yang digunakan sebagai pelengkap, yakni Simbal, Gendang Batu atau Kepra, gendang Dumbuk dan Oteka. Hajir dimainkan seperti gendang. Alat ini memiliki ukuran cukup besar, yakni berdiameter sekitar 45centimeter dan tinggi 60-70 centimeter.

Selain itu, ia juga terbilang berat. Sementara, Marwas merupakan alat yang terbanyak dalam grup marawis. Jika anggota sepuluh biasanya alat ini berjumlah enam sampai tujuh buah. Alat ini berbentuk gendang kecil berdiameter 20 centimeter dan tinggi 19 centimeter.

Baca Juga:Luncurkan Brand Film, Carsome Rambah Pasar Offline di Asia Tenggara
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
marawis film musik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya