Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Mengenal Pencucian Uang, Ubah Uang Haram Seolah Legal untuk Hindari Hukum

Muhajirin Sabtu, 15 Januari 2022 - 17:31 WIB
Mengenal Pencucian Uang, Ubah Uang Haram Seolah Legal untuk Hindari Hukum
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Di Indonesia, praktik money laundering atau pencucian uang sering dikaitkan dengan tindak pidana korupsi. Tujuan utama praktik kotor ini adalah menyamarkan asal-usul uang seolah berasal dari aktivitas legal.

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Rangga Almahendra, menjelaskan, prinsip utama money laundering adalah bagaimana membuat uang kotor terlihat bersih dan wangi. Uang kotor adalah uang yang didapatkan dari aktivitas kejahatan seperti mencuri, korupsi, prostitusi, narkoba, hingga judi.

"jadi, pencucian uang sebetulnya adalah upaya membersihkan dana yang diperoleh secara ilegal, untuk membuatnya terlihat legal. Karena tidak mungkin melaporkan itu ke kantor pajak, mereka mencari cara untuk menyamarkan uang hasil kejahatan itu," kata Rangga, dikutip kanal YouTube Bagi Ilmu, Sabtu (15/1/2022).

Istilah money laundering pertama kali muncul dari kasus kasus Al Capone, seorang dari Chicago yang memiliki kekayaan $100 juta dari aktivitas perjudian ilegal, penyelundupan, pemerasan, hingga pelacuran. Namun sayang, polisi sama sekali tidak bisa menemukan bukti uang dari kejahatan itu.

Hal itu karena Capone mengaku semua kekayaan itu didapatkan dari aktivitas legal. Dia punya restoran dan bisnis laundry. Capone dan rekan-rekannya menyembunyikan harta hasil kejahatan itu dengan berbagai investasi bisnis yang berbeda.

Kepemilikan utama dari investasi bisnis tidak bisa dibuktikan terkait langsung dengan Capone. Ia akhirnya dihukum bukan karena kejahatan pencucian uang, tapi pasal penghindaran pajak. Maka itu, tujuan lain dari pencucian uang adalah untuk menghindari pajak.

"Sebenarnya praktik pencucian uang sudah ada jau sebelum era Al Capone. Banyak pedagang kaya di Eropa yang menyembunyikan kekayaan mereka dari pemungut pajak kerajaan," ucap Rangga.

Metode Pencucian Uang

Ada tiga pencucian yang harus dipahami. Pertama, placement, menempatkan uang hasil kejahatan pada aktivitas bisnis yang sah. Kedua, layering, menyamarkan jejak yang kejahatan biasanya dengan cara mentransfer ke perusahaan palsu, menciptakan faktur palsu, pembelian barang tradable, hingga kasino.

Ketiga, integration, memasukkan kembali yang yang sudah 'tampak bersih' ke dalam rekeningnya. Misalnya melaporkan keuntungan tidak wajar, menerima gaji setinggi langit dari perusahaan bonekanya sendiri atau special purpose vehicle (SPV).

Sementara pilar utama dalam pencegahan pencucian uang ini terbagi menjadi dua yakni prevention (pilar pencegahan) dan enforcement (pilar pemberantasan).

Ada empat elemen upaya dalam prevention yaitu: customer due diligence (prinsip mengenal nasabah), reporting (pelaporan), regulation (peraturan), dan sanction (sanksi).

Pilar enforcement juga terdapat empat elemen yaitu: predicate crime (identitas kejahatan asal), investigation (investigasi), prosecution (penuntutan), dan punishment (hukuman).

"Melalui UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang pemerintah Indonesia sudah berusaha memenuhi dua pilar di atas," tutur Rangga.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)