LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) saat ini mencapai 79,9 persen. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau langsung perkembangan konstruksi KCJB berupa terowongan (tunnel) dua yang ada di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Senin (17/1).
Jokowi mengatakan pembangunan dua terowongan tersebut sempat terkendala oleh sejumlah masalah teknis, salah satunya terkait dengan kondisi tanah. Ia pun meminta kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan hal tersebut.
Baca juga: Pemerintah Bantah Miliki Utang Tersembunyi dari China"Pada siang hari ini saya melakukan peninjauan pada progres perkembangan konstruksi kereta cepat Jakarta Bandung bersama-sama dengan Pak Menko, para menteri, dan juga Gubernur Jawa Barat, utamanya di terowongan dua yang memang di sini ada masalah yang harus kita selesaikan, masalah teknis yang harus kita selesaikan," kata Jokowi dalam keterangan persnya.
Jokowi menjelaskan pembangunan terowongan dua tersebut memang berjalan agak lambat karena dibangun di area clay shale yang sangat lunak dan rapuh sehingga menuntut kerja yang penuh kehati-hatian. Meski demikian, Jokowi memastikan proyek KCJB sudah mencapai 79,9 persen dan diharapkan sudah bisa uji coba pada akhir tahun 2022 serta beroperasi pada Juni 2023.
"Harapan kita dengan selesainya Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan mengurangi kemacetan baik yang ada di Jakarta maupun yang ada di Bandung, juga mempercepat mobilitas orang dan juga barang. Kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing yang baik bagi negara kita," ujar Presiden.
Baca juga: Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Api Cepat Tuai Penolakan, Ini AlasannyaDalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan sejumlah penanganan khusus dalam membangun terowongan dua KCJB yang memiliki kondisi geografis cukup menantang. Dalam hal ini, pihaknya juga mendatangkan sejumlah ahli dari Tiongkok yang bekerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Bandung.
"Ahli grouting dari China dan tunnel dari China ini tentunya bekerja sama dengan tim dari ITB. Jadi kolaborasi antara ahli tunnel dari China dan dari ITB, ini yang bisa menyelesaikan proyek ini, termasuk tunnel dua," ucap Dwiyana.
Selain itu, Dwiyana berharap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa segera diselesaikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Menurutnya, KCJB bisa menjadi alternatif transportasi yang ramah lingkungan. "Kami mengharapkan masyarakat bisa menerima proyek kami ini tentunya dengan segala plus minusnya. Kereta Cepat ini sebagai alternatif moda transportasi yang ramah lingkungan dan mengurangi kemacetan di jalan raya," imbuhnya.
Baca juga: Terdampak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pesantren Ini Dipindahkan(asf)