LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mendorong Masjid Istiqlal menjadi blue print standardisasi seluruh masjid di nusantara. Masjid Istiqlal harus menjadi contoh manajemen mutu pengembangan masjid di Indonesia.
"Masjid Istiqlal ini harus menjadi semacam titik sentripetal dari seluruh masjid yang ada di Indonesia. Termasuk masjid di luar negeri. Kalau ini bisa dikembangkan saya kira ini sangat bagus," ujar Muhadjir saat menghadiri Rapat Kerja Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Pusat, dikutip keterangan pers, Kamis (20/1/2022).
Menko PMK memberikan arahan bahwa untuk menjadi standardisasi bagi masjid di Indoneia, Masjid Istiqlal perlu berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Sehingga antara dua kekuatan ini bisa disinergikan dan bisa saling mengisi di mana yang mesti diperankan Masjid Istiqlal dan DMI.
Baca Juga: Riwayat Kuttab, Pendidikan Dasar Islam dan Peletak Dasar LiterasiMasjid Istiqlal sebagai masjid negara perlu memberikan standardisasi untuk masjid-masjid yang berada di Indonesia. Seperti standardisasi untuk imam dan mubaligh, serta standardisasi tata kelola, organisasi, maupun substansi yang menjadi inti dari masjid Indonesia.
"Bagaimana kita bisa menetapkan masjid-masjid di Indonesia memiliki standar. Ini perlu dibicarakan dengan Pak Jusuf Kalla (Ketua DMI)," katanya.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Masjid Raya Bintaro Jaya Bisa untuk IktikafImam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa rapat kerja yang dilaksanakan perdana ini bertujuan untuk menjabarkan visi dan misi, serta evaluasi kegiatan Masjid Istiqlal ke depannya. Dia mengungkapkan, saat ini Masjid Istiqlal telah diamanatkan untuk melatih mubaligh-mubaligh di instansi seperti di TNI-AD.
"Kita akan menjadikan Masjid Istiqlal bukan hanya untuk mengurus dirinya sendiri, tetapi Istiqlal juga harus mengurus masjid-masjid lain hingga masjid-masjid negara lain," ujarnya.
Selain itu, dia mengatakan bahwa Masjid Istiqlal telah mendapatkan permintaan dari Duta Besar Ukraina dan Prancis untuk mengirimkan imam dan mubaligh dari Indonesia untuk mengisi masjid-masjid di sana.
Baca Juga: Bagaimana Cara Berwudhu Jika Ada Plaster Luka di Tubuh?(zhd)