LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah provinsi Jawa Barat tengah mematangkan pengembangan wisata religi yang lebih terkonsep. Saat ini, terdapat sejumlah destinasi wisata religi favorit wisatawan di Jawa Barat, yakni Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Situ Lengkong Panjalu, dan Pamijahan di Tasikmalaya.
Kepopuleran situs-situs wisata religi berdampak pada pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Dari wisata religi sektor UMKM akan tumbuh usaha kuliner dan cinderamata.
Saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, wisata religi memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila ditata dengan baik. Adapun pengembangan wisata religi di Jabar bertujuan agar peziarah lebih nyaman dan pedagang kaki lima tertata.
Baca Juga: MUI Bantu Kurasi Produk UMKM Layak Ekspor Lewat Pandampingan"Di Jabar sedang dikonsepkan wisata religi dengan penataan serius, sehingga peziarah nyaman, PKL tertata, dan semua dapat barokahnya," tutur Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dikutip keterangan pers, Sabtu (22/1/2022).
Saat kunjungan kerja ke Madura, Emil juga berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di Bangkalan. Emil sempat membeli sate Madura ditemani Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di area ziarah.
Baca Juga: Masjid Raya Sumbar Dirancang sebagai Sarana Evakuasi dan Tahan Gempa"Sate Madura di sini lebih gemuk dan rasanya lebih enak. Kalau di Jabar agak tipis satenya, tapi umumnya kecap dan bumbunya sama, lontongnya juga sama," ujarnya.
Adapun kunjungan ke wisata religi biasanya sering ramai di bulan Maulud. Emil mengatakan, warga Jabar yang berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di bulan Maulud bisa mencapai 10 bus. "Bulan Maulud bulan yang paling banyak warga Jabar datang ke sini, ada lima sampai 10 bus," tuturnya.
Baca Juga: 7 Masjid Berikut Jadi Saksi Penyebaran Islam di Indonesia(zhd)