Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Salahkah Seseorang Terlahir dengan Privilege? Ini Kata Sosiolog UGM

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 25 Januari 2022 - 13:00 WIB
Salahkah Seseorang Terlahir dengan Privilege? Ini Kata Sosiolog UGM
Konsep hak istimewa yang dibawa sejak lahir. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Selegram Indra Kenz kini jadi sorotan publik, lantaran pernyataan dirinya yang mengatakan orang miskin juga merupakan privilege. Bahkan ia sampai mengeluarkan buku dengan judul Terlahir Miskin = Privilege.

Sontak pernyataan tersebut mengundang reaksi dari warganet yang tidak setuju dengan Indra Kenz. Sebelumnya juga ramai di media sosial mengenai Putri Tanjung yang sukses di usia muda lantaran latar belakang sang ayah, Chairul Tanjung yang dikenal sebagai pebisnis sukses. Melihat itu, netizen pun mencap kesuksesan Putri Tanjung karena privilege yang dimilikinya.

Baca juga: Psikolog: Demi Pertumbuhan Anak, Jangan Sering Sindir Mereka

Lalu apa itu privilege?

Menurut Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM), Sunyoto Usman privilege dalam ilmu sosial atau sosiologi dibedakan menjadi dua achieved status dan ascribed status.

Achieved status merupakan status yang diperjuangkan, yang diraih dengan sebuah usaha. Sementara, ascribed status ialah status yang diwarisi dan diperoleh dari keturunan." kata Sunyoto saat dihubungi Langit7, Selasa (25/1/2022).

Ia menambahkan, biasanya orang yang memiliki status tinggi itu memperoleh hak istimewa. Bisa disimpulkan, kedua status di atas sama-sama dapat dikatakan sebagai orang yang memiliki hak istimewa.

Menurut Sunyoto, orang yang memiliki hak istimewa jika dimanfaatkan dalam hal baik maka jadinya akan baik. Sebaliknya jika dimanfaatkan dengan tidak baik hasilnya pun akan buruk.

Memiliki hak istimewa itu memang suatu keberuntungan, tetapi ia tidak berpengaruh dengan pertumbuhan anak, kata Sunyoto.

“Untuk perilaku si anak juga tidak berpengaruh, misal dikatakan anak orang kaya sombong-sombong. Tetapi anak orang yang berkekurangan juga banyak yang sombong. Jadi kembali lagi ke individunya,” imbuh Kaprodi S3 Politik Islam Pasca Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Baca juga: Sosiolog: Perilaku Konsumtif Harus Diimbangi Kemampuan Finansial

“Realitanya banyak kita temui, orang yang memiliki hak istimewa juga bisa gagal dalam hal membangun bisnis keluarga, tapi ada juga yang sukses. Jadi tergantung orangnya, dia bisa memanfaatkan hak istimewa itu dengan baik atau tidak,” ucapnya.

Kemudian, terkait perundungan yang dialami oleh mereka yang memiliki privilege, Sunyoto mengatakan hal tersebut tidak berdasar.

“Memiliki privilege itu bukan sebuah kejahatan, maka itu jangan di-bully. Lagian orang yang suka mem-bully juga dilakukan tanpa alasan atau tanpa ada data yang valid. Mereka hanya melakukannya sesuai dengan keadaan hati saja, tanpa meriset terlebih dahulu apa yang dialami orang yang mereka bully,” tutupnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)