LANGIT7.ID, Jakarta - Ketika Covid-19 memaksa keluarga di seluruh India untuk berhemat atau membatalkan pernikahan tradisional berskala besar, satu pasangan menemukan tempat yang tidak terpengaruh oleh pembatasan, yaitu metaverse.
Pasangan bernama Dinesh Sivakumar Padmavathi dan Janaganandhini Ramaswamy dari Tamil Nadu mengundang 2.000 orang ke resepsi virtual mereka bulan depan. Sebagai penggemar Harry Potter, pasangan ini memilih pesta bertema Hogwarts (setting utama film Harry Potter) yang dapat dihadiri oleh para tamu melalui ponsel, tablet atau laptop mereka.
"Karena pandemi, penyambutan secara fisik tidak mungkin dilakukan dengan banyaknya orang yang hadir. Jadi, kami memutuskan melakukannya di metaverse," kata Padmavathi dikutip dari
CNN, Selasa (25/1/2022).
Baca Juga: Pendiri Drone Emprit: Indonesia Belum Siap Hadapi MetaverseMetaverse adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lingkungan 3D virtual di mana pengguna dapat berkumpul dan berinteraksi. Pengantin pria, seorang penggemar blockchain dan cryptocurrency berusia 24 tahun, bekerja dengan platform start-up TardiVerse untuk menciptakan ruang digital seperti kastil yang terinspirasi oleh Hogwarts.
Upacara pernikahan resmi masih akan berlangsung secara fisik di depan teman dekat dan kerabat di desa Ramaswamy di distrik Krishnagiri Tamil Nadu, sekitar 170 mil dari Chennai. Namun setelah itu, pasangan tersebut akan masuk untuk bergabung dalam resepsi mereka, yang menelan biaya 150.000 rupee atau sekitar Rp29 juta untuk merancang, mengembangkan, dan menjadi tuan rumah.
Acara satu jam itu akan menampilkan pengantin baru secara virtual menyapa tamu mereka. Para tamu dapat menjelajahi kastil dan menyesuaikan penampilan dan pakaian avatar mereka.
Baca Juga: Apa Itu Chatbot dan Efeknya bagi Bisnis Perusahaan?Selain dapat mengundang tamu yang tidak bisa hadir, pasangan itu mengatakan perayaan digital memiliki keuntungan unik lainnya. Yakni mereka dapat melibatkan mendiang ayah Ramaswamy dalam acara tersebut.
"Calon ayah mertua saya meninggal April lalu, jadi saya membuat avatar 3D yang terlihat mirip dengan (dia), dan dia akan memberkati saya dan tunangan saya. Itu sesuatu yang hanya bisa kita lakukan di metaverse," kata Padmavathi.
Padmavathi percaya bahwa resepsi pernikahannya di metaverse, akan jadi yang pertama diadakan di negara itu. Setelah meyakinkan tunangannya, Padmavathi juga mendapat persetujuan orang tuanya untuk acara yang tidak biasa itu.
"Sejak kecil, saya telah bekerja dengan robotika dan selama setahun terakhir saya bekerja di blockchain dan menambang ethereum. Jadi keluarga saya tahu bahwa saya menyukai teknologi," katanya.
Baca Juga: Metaverse dan Kapitalisme(zhd)