Langit7, Jakarta - Pemerintah meminta produk unggulan UMKM yang menjadi ciri khas masing-masing daerah untuk dikelola dengan serius.
Dalam hal ini, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong produk UMKM Kabupaten Lumajang agar dapat berdaya saing di pasar, baik domestik maupun ekspor. Adapun produk unggulan Lumajang sendiri berupa pisang dan susu kambing etawa.
“Di dunia, pisang yang bisa masuk ke pasar global hanya dua, yaitu pisang cavendish dan pisang mas kirana. Sayangnya, pisang mas kirana yang asli sini (Lumajang), tapi eksportirnya dari Lampung,” kata Teten dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/1).
Baca juga: Transisi Energi, Pemerintah Konversi Kendaraan BBM ke ListrikSelain itu, Lumajang juga memiliki produksi pisang agung yang dapat diolah menjadi bahan baku tepung dan berpotensi menjadi substitusi tepung berbasis terigu yang bahannya didapatkan dari impor.
Teten meminta agar produk susu kambing etawa Lumajang yang sudah dikenal di masyarakat, dapat diperluas inovasinya menjadi produk keju artisan yang bernilai tinggi.
“Saya juga mencicipi kopi dan markisa buatan UMKM Lumajang, markisanya sangat top. Ini daerah pertanian yang sangat subur, kalau bahan baku dibesarkan akan menjadi produk unggulan,” kata Teten.
Baca juga: Ranking Indonesia di Global Halal Indeks di Bawah SingapuraUntuk itu, pihaknya siap mendukung pembiayaan untuk pengembangan produk unggulan UMKM Lumajang. Dia berharap, UMKM dapat bergabung dalam koperasi sehingga akan mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah.
Sebab, melalui koperasi pembiayaan dapat didukung oleh LPDB-KUMKM. Selain itu, pembiayaan modal ventura kini juga semakin banyak dan siap membiayai produk unggulan inovatif.
Dia menegaskan, koperasi tidak lagi melakukan konsolidasi produk anggotanya, tapi juga menjadi pendamping dan melakukan pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas, standardisasi, dan pemasaran.
“Koperasi Rumah Kita Berdaya agar menjadi agregator bagi produk UMKM. UMKM tidak bisa lagi sendiri dengan skala kecil. Produknya kecil tapi punya brand sendiri, jangan sampai ke depan antar usaha mikro bertarung sendiri, maka lebih baik satu brand,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade AluminaSementara itu, Ketua Koperasi Produsen Rumah Kita Berdaya, Bahrul Wahid mengatakan, koperasi dibangun dengan konsep bisnis untuk menghubungkan mitra yang tertarik untuk berinvestasi dengan UMKM.
“Koperasi Rumah Kita Berdaya diperkuat dengan pembangunan unit-unit usaha untuk memunculkan kekuatan ekonomi bersama,” kata Bachrul.
Rumah Kita Berdaya, tambah dia, ingin menggambarkan kepada publik sebuah konsep transformasi ke arah digitalisasi koperasi. Melalui Rumah Kita Berdaya ini, juga ingin menarik kaum milenial bergabung dan berkreativitas.
(zul)