LANGIT7.ID - , Jakarta - Chelsea, Liga Premier dan UEFA sedang mengusut penjualan karya seni digital yang dipromosikan mantan bek legendaris Inggris John Terry di media sosial.
The Blues baru-baru ini mempekerjakan kembali Terry sebagai konsultan akademi, tetapi tidak terlibat dalam penjualan NFT (
non-fungible token) melalui akun media sosialnya.
Baca juga: Fenomena Ghozali, Kok Bisa Jual Swafoto Raup Miliaran Rupiah?Penggunaan logo klub, kaos, dan piala dalam karya seni dengan profil monyet tersebut untuk mencari keuntungan, melanggar hak cipta UEFA, FA, dan Liga Premier.
Terry beberapa waktu lalu sempat mempromosikan NFT berupa avatar bayi kera dalam akun Twitternya. Diketahui sejumlah pesepakbola ikut mempromosikan NFT tersebut, seperti Ashley Cole dan Nigel de Jong.
UEFA melalui pernyataannya, seperti dilansir dari Goal.com, mengatakan menganggap serius perlindungan hak kekayaan intelektualnya dan sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut.
Apa sebenarnya NFT itu?Non-fungible token atau NFT adalah aset digital dengan teknologi
blockchain, yang juga menopang
cryptocurrency seperti Bitcoin.
Cryptocurrency beroperasi sebagai alternatif yang tidak diatur dalam perdagangan saham dan saham. NFT beroperasi seperti menjual kartu perdagangan, meskipun dalam ruang digital.
Baca juga: Transaksi NFT Dalam Pandangan Islam, Bolehkah?(est)