Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengenal OCD, Penyakit Mental yang Diderita Aliando Syarief

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 29 Januari 2022 - 10:00 WIB
Mengenal OCD, Penyakit Mental yang Diderita Aliando Syarief
Pemain peran Aliando Syarief. Foto: Instagram
LANGIT7.ID - , Jakarta - Aktor peran Aliando Syarief beberkan alasan dirinya sempat vakum selama dua tahun dari dunia hiburan. Bukan karena ingin istirahat melainkan ingin mengobati penyakit mental Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif ekstrim yang dideritanya.

"Saya penjuang OCD, dan harus terapi beberapa tahun makanya kenapa saya harus putus di projek Keajaiban Cinta, dan sinetron lainnya," katanya ketika melakukan siaran langsung di akun Instagram pribadinya, Kamis (27/1/22).

Aliando mengaku saat mengalami kekambuhan, dirinya sampai tidak bisa bergerak sehingga ia mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas.

"Cukup mengganggu. Ini dulu sudah pernah kena pas kelas dua SD, tapi dia datang lagi di umur 25 tahun, sekarang. Kena OCD itu membuat saya tidak bisa ngapa-ngapain, karena otak sama pikiran tidak sinkron," ucapnya.

Baca juga: Kesadaran Kesehatan Mental di Indonesia Cukup Baik tapi Penanganannya Belum Merata

Lalu, apa itu OCD?

Melansir dari Mayo Clinic, gangguan obsesif-kompulsif atau OCD merupakan penyakit mental yang menampilkan pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang membuat Anda melakukan perilaku berulang (kompulsif). Obsesi dan kompulsif ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan penderitaan yang signifikan.

Seperti yang dilakukan Aliando, saat Anda ingin mengabaikan atau menghentikan obsesi tersebut, malah meningkatkan tekanan dan kecemasan. Hingga pada akhirnya Anda menjadi terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk meredakan stres.

Meskipun ada upaya untuk mengabaikan atau menyingkirkan pikiran atau dorongan yang mengganggu, mereka terus datang kembali. Ini mengarah pada perilaku yang lebih ritualistik — lingkaran setan OCD.

Gejala OCD

Gangguan obsesif-kompulsif biasanya mencakup obsesi dan kompulsi. Tetapi mungkin juga hanya memiliki gejala obsesi atau hanya gejala kompulsi saja. Anda mungkin atau mungkin tidak menyadari bahwa obsesi dan kompulsi Anda berlebihan atau tidak masuk akal.

Gejala Obsesi

Obsesi OCD ialah pikiran yang alami desakan atau gambaran yang berulang, terus-menerus dan tidak diinginkan yang dapat mengganggu dan menyebabkan penderitaan atau kecemasan. Obsesi ini biasanya mengganggu saat Anda mencoba memikirkan atau melakukan hal lain.

Contohnya seperti takut terkontaminasi dengan menyentuh benda-benda yang telah disentuh orang lain. Atau penderita juga merasakan keraguan saat telah mengunci pintu atau mematikan kompor.

Selain itu penderita juga akan mengalami gejala seperti pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas di depan umum, menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan.

Gejala Kompulsif

Kompulsif OCD merupakan perilaku berulang yang membuat Anda merasa terdorong untuk melakukannya. Perilaku atau tindakan mental berulang ini dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan terkait obsesi Anda atau mencegah sesuatu yang buruk terjadi.

Namun, kondisi kompulsif tidak membawa kesenangan dan mungkin hanya bersifat sementara untuk mengobati kecemasan. Umumnya penderita akan merasakan keinginan untuk mencuci tangan sampai kulit memerah.

Atau di lain waktu ada keinginan berulang memastikan pintu telah terkunci. Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya mati juga bisa dengan menghitung dalam pola tertentu.

Baca juga: Keluarga Miliki Peran Signifikan Dukung Kesehatan Mental

Tingkat keparahan OCD

OCD biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi dapat dimulai pada masa kanak-kanak. Gejala biasanya mulai secara bertahap dan cenderung bervariasi dalam tingkat keparahan sepanjang hidup.

Untuk tingkat keparahan pengidap OCD cukup bervariasi ia bisa menjadi ringan, bisa juga berubah menjadi sangat parah ketika pengidap mengalami stress. OCD ini berlangsung selama seumur hidup.

Namun yang perlu diketahui, OCD dengan perfeksionis adalah sesuatu yang berbeda. Perfeksionis adalah seseorang yang membutuhkan hasil atau kinerja yang sempurna.

Berbeda dengan OCD yang bukan hanya sekadar kekhawatiran berlebihan tentang masalah nyata dalam hidup atau keinginan untuk membersihkan dan mengatur sesuatu dengan cara tertentu.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)