LANGIT7.ID, Yogyakarta - Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), dr. Warih Andan Puspitosari, menyebut kesehatan mental merupakan salah satu permasalahan serius yang harus menjadi atensi bersama.
Dia menilai kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan mental di Indonesia saat ini cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya platform digital, organisasi dan LSM yang bergerak di bidang kesehatan mental yang mengkampanyekan tentang
mental awareness atau kesadaran akan kesehatan mental.
Hanya saja, kata Warih, layanan kesehatan mental di Tanah Air belum merata. Data menunjukkan 90 persen orang Indonesia belum mendapatkan penanganan yang tepat dalam masalah ini pada enam bulan pertama. Maka itu, dia meminta pihak berwenang untuk meningkatkan layanan mental yang merata dan setara di Indonesia.
Baca Juga: Sembuh dari Gangguan Jiwa, Muslimah Ini Keluar dari RSJ dan Kini Kuliah di UI
Undang-undang mengenai kesehatan mental sudah ada sejak 2014. Regulasi itu merupakan buah manis para pegiat mental awareness yang menyuarakan agar Indonesia menjadi salah satu tempat yang ramah dengan
mental issues.
“Dalam ilmu kesehatan mental, ada istilah PFA (Physiologies First Aid) atau yang bisa juga disebut dengan pertolongan pertama untuk penanganan jiwa atau mental issues. PFA ini sudah seharusnya dimiliki dan dimengerti oleh masyarakat luas,” ucap Wirih, dikutip laman Muhammadiyah, Rabu (13/10/2021).
Masalah kesehatan mental tidak pandang bulu. Setiap orang bisa mengalami, baik anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak juga bisa stress. Namun memang manifestasinya berbeda dengan seseorang di usia remaja atau dewasa. “Sehingga awareness kita terhadap masalah mental anak-anak itu juga sama pentingnya,” ucap Warih.
Warih meminta pemerintah maupun para aktivis terus mengedukasi masyarakat terkait masalah itu. Dengan begitu, stigma buruk terhadap masalah kesehatan mental bisa diretas. Orang yang mengalami gangguan mental butuh bantuan orang-orang ‘normal’. “Mereka membutuhkan kita,” ucapnya.
(jqf)