LANGIT7.ID - , Jakarta - Viral video, melalui tangkapan layar CCTV, sopir bus TransJakarta yang menyelamatkan aksi percobaan bunuh diri seorang gadis di jembatan layang.
Dalam video tersebut terekam, awalnya, bus berhenti di pinggir jalan ketika melihat seorang perempuan berdiri di jembatan layang. Pramudi tersebut pun turut untuk membujuk perempuan tersebut mengurungkan niatnya.
Tak menunggu waktu lama, dengan sigap pramudi tersebut meraih tubuh wanita tersebut hingga ia pun selamat.
Baca juga: KH Zae Nandang: Bunuh Diri Merupakan Ciri Orang Tak BerimanSontak keberanian pengemudi tersebut mendapatkan pujian dari masyarakat. Bahkan pria bernama Khaerun ini, Perum Pengangkut Djakarta (PPD) mengapresiasi aksi heroik pramudi TransJakarta tersebut dengan piagam dan emas 5 gram.
Lalu, bagaimana hukum bunuh diri dalam Islam?
"Berkaitan dengan fenomena yang sering kita dengan saat ini bahwa ada sebagian orang yang ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, dalam Islam ini dilarang." kata Ustadz Abdul Rasyid melalui channel Youtube Salam TV yang dikutip pada Sabtu, (29/1/2022).
Ia menambahkan, hidup itu hendaknya dinikmati. Bagi orang yang beriman untuk selalu memperbanyak keimanan, ketakwaan, amal soleh dan lainnya sebagai bekal kelak untuk menuju kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sebaik-baik diantara kalian ialah orang yang panjang umurnya dan baik pula amalannya". (HR At-Tarmidzi).
Menurut Ustadz Rasyid, bunuh diri termasuk dalam perbuatan dosa besar.
"Bunuh diri termasuk dalam daftar dosa besar dengan urutan ke-25. Perlu diketahui, bunuh diri itu bukan untuk mengurangi masalah, melainkan untuk menambah masalah," ucapnya.
Dalam surat an-Nisa ayat 29 dijelaskan, “Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu.”
Artinya, Allah SWT melarang menyakiti diri sendiri bahkan membunuh diri, tutur Ustadz Rasyid.
"Allah dengan segala hikmahnya terkadang dibuatnya kita gerah, dibuatnya kita tidak enak badan, tetapi jika kita mandi semua akan segar kembali. Itu menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk merawat diri, merawat apa yang telah diberikan olehnya. Seperti tubuh yang sehat, tangan, kaki dan lainnya." tambah Ustadz Rasyid.
Karena itu perlu dicermati lebih jauh, bahwa diri ini perlu untuk dirawat. Bukan sebaliknya utuk disakit bahkan dihabisi dengan cara bunuh diri.
Baca juga: Kasus Bunuh Diri Para Pekerja Wanita di Jepang Meningkat"Konsekuensi dari perbuatan bunuh diri dalam Islam itu sangat besar, yang kelak akan diterima pada hari kiamat," tutupnya.
Mengapa orang yang bunuh diri masuk neraka?
Ustad Abdul Somad menjelaskan tindakan bunuh diri adalah ajakan setan. Saat memilih untuk mengakhiri hidup itu sama saja dengan mengikuti ajakan setan.
"Maka kita selalu membaca ayat Kursi, doa-doa supaya jangan terpengaruh ajakan setan untuk bunuh diri," kata Ustad Abdul Somad seperti dikutip dari channel Youtube, Dakwah Islam Pilihan.
Meski banyak tekanan seperti di kantor, dalam perjalanan pulang hingga di rumah, umat Muslim dianjurkan untuk selalu ingat shalat. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT:
"Wasta'inu bi sobri wa sholah"
Ketika kita ada masalah, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.
(est)