Langit7, Jakarta - Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University berhasil merehabilitasi terumbu karang di Pulau Mandangin, Madura.
Keberhasilan itu didapatkan setelah pihak PKSPKL IPB University melakukan transplantasi terumbu karang sejak tiga bulan lalu. Dari hasil monitoring yang dilakukan, terumbu karang di Pulau Mandangin menunjukkan progres pertumbuhan yang baik.
Baca juga: Agama dan Sipil Perlu Ambil Peran dalam Isu Lingkungan Hidup dan Perubahan IklimDilansir ipb.ac.id, salah satu penyelam dari PKSPL, Budi Prabowo mengatakan, hasil monitoring terumbu karang yang ditransplantasikan di Pantai Candin, Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang Madura, menunjukkan survival rate terumbu karang mencapai 80 persen.
"Dari hasil amatan dan pengukuran, didapatkan hasil yang menggembirakan. Meski kondisi perairan di lokasi transplantasi relatif keruh, tapi karang transplan tidak ditutupi oleh algae yang dapat mengganggu pertumbuhan karang,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/1).
Budi menambahkan, kondisi pertumbuhan karang relatif baik, tidak tertutup alga, tidak bergeser atau terganggu oleh alat penangkapan ikan. Terumbu karang tersebut juga telah memancing beberapa organisme air, seperti ikan hias dan nudibranch (siput telanjang).
Baca juga: Pendiri LP3ES: Bencana Alam Terjadi Akibat Sistem Kebijakan Tidak Dilakukan dengan BenarKondisi itu menjadi kabar baik bagi PKSPKL dan masyarakat setempat. Artinya, upaya rehabilitasi terumbu karang yang dilakukan membuahkan hasil dan dipercaya akan terus berkembang optimal ke depan.
"Upaya rehabilitasi terumbu karang yang rusak, dapat menjadi dukungan bagi masyarakat pulau ini. Apalagi, terdapat seribu kapal nelayan dengan jumlah nelayan tangkap lebih dari empat ribu orang," ungkapnya.
Selain menjadi bentuk dukungan PKSPL kepada masyarakat, rehabilitasi itu juga turut membantu pengembangan wisata bahari di Pulau Mandangin.
Secara global, PKSPL dan Desa Mandangin hendak menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 14: Kehidupan Bawah Air.
Baca juga: Indonesia Terpilih sebagai Chairman UNESCO Global Youth Forum(zul)