Langit7, Jakarta - Budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) bisa dikatakan sebagai solusi dalam mendukung perekonomian, serta pemenuhan nutrisi keluarga di tengah pandemi.
Seperti namanya, budikdamber menggunakan media ember sebagai wadah pembudidayaan ikan. Artinya, dalam budi daya ini tidak memerlukan lahan yang besar.
Dalam pemanfaatan budikdamber ini biasanya dikombinasikan dengan tanaman sayuran, seperti kangkung, selada air, dan lainnya. Kendati demikian, para pemula yang ingin mencoba budikdamber ini sering menemui kegagalan.
Dilansir unpad.ac.id, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Yuli Andriani menjelaskan, budikdamber adalah metode budi daya ikan yang disinergiskan dengan tanaman sayuran, dalam wadah berupa ember.
Baca juga: Cara Budi Daya Jamur Tiram, Hasilkan Cuan dari Rumah"Prinsip pelaksanaan budikdamber sama dengan akuaponik, yakni menyinergikan antara budi daya tanaman dan ikan dalam satu wadah. Namun, budikdamber dilakukan dalam wadah yang lebih kecil (ember), sehingga efisien bila ditempatkan di lahan sempit," jelas dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/1).
Agar praktik budikdamber ini berhasil, kata Yuli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Jenis, sumber dan kepadatan ikanTidak semua jenis ikan cocok untuk sistem budikdamber. Kapasitas ruang yang terbatas menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.
Ikan yang sesuai untuk budikdamber adalah jenis ikan yang tidak bersisik dan tidak memerlukan asupan oksigen banyak di dalam air, di antaranya seperti ikan lele, patin, dan gabus.
Baca juga: Tips Kembangkan Usaha Peternakan Domba, Ikuti Tren 2022Dalam satu ember dengan volume 78 liter yang diisi air setinggi 50 cm atau sebanyak 60 liter air, dapat diisi dengan benih ikan lele sebanyak 60 ekor.
Jenis tanamanYuli menjelaskan, semua tanaman dapat digunakan dalam kegiatan budikdamber. Namun beberapa penelitian menunjukkan, jenis tanaman sayuran seperti selada, kangkung, pakcoy dan sawi memiliki pertumbuhan yang baik bila ditanam dalam budikdamber.
"Struktur akar tanaman tersebut berbentuk serabut halus, sehingga mampu menyaring unsur hara yang terdapat di dalam media budidaya," ujarnya.
Dalam budikdamber, pupuk organik yang dihasilkan berasal dari feses ikan. Dari situlah tanaman mendapatkan asupan nutrisi.
Pemberian PakanPemberian pakan dalam sistem budikdamber harus diperhatikan. Sebab, sisa pakan biasanya akan membusuk dan menyebabkan penurunan kualitas air.
"Pakan cukup diberikan 2-3 kali sehari dengan jumlah 3-4 persen dari bobot total ikan di ember," jelasnya.
Baca juga: Tips Menghemat Baterai Laptop saat Perjalanan LiburanKualitas airPemeliharaan kualitas air dapat dipertahankan dengan melakukan penggantian air sebesar 20-30% secara berkala, sehingga air selalu dalam kondisi yang baik untuk pertumbuhan ikan.
Penggunaan probiotik sangat disarankan, terutama untuk mengurangi bau yang ditimbulkan, sekaligus menekan mikroba patogen yang berpotensi menyebabkan penyakit pada ikan. Dosis yang disarankan adalah 1 ml/liter air
(zul)