Langit7, Jakarta - Beternak domba masih dianggap sebagai profesi lawas yang kebanyakan dilakukan oleh kalangan orang tua di pedesaan. Padahal, potensi dari sektor ini diyakini cukup menjanjikan dan diproyeksi memiliki masa depan cerah.
Apalagi, sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, domba cukup melekat dengan ummat Islam yang sering digunakan sebagai bagian dari ritual keagamaan. Misalnya saja seperti akikah, kurban, dan lainnya.
Jika bisa memanfaatkan potensi tersebut, tentu usaha peternakan domba akan memberikan keuntungan yang berlimpah. Melihat tren yang terus mengalami perubahan, peternak domba juga perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut, terutama di tahun 2022.
Baca juga: Tips Memulai Usaha Budi Daya Cacing TanahBerikut ini tips mengembangkan potensi dari peternakan domba, yang dipastikan bisa raup untung maksimal.
Hindari kandang bauSeperti diketahui, peternakan akan menghasilkan limbah kotoran yang akan menimbulkan bau. Dari bau ini, tentu akan menyebabkan faktor yang dapat merugikan, seperti polusi yang mengganggu lingkungan, dan bahkan mempengaruhi kesehatan ternak.
Untuk itu, manajemen kandang yang baik diperlukan dalam hal ini. Para peternak wajib untuk memastikan kebersihan kandang dari limbah kotoran dan sisa pakan.
Dengan menjaga kebersihan kandang, maka akan mencegah timbulnya bau yang dihasilkan dari peternakan. Sementara untuk kandang yang berbentuk panggung, perlu dipastikan agar limbah kotoran dapat turun ke kolong.
Inovasi produk turunanInovasi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha, begitu juga di sektor peternakan domba.
Baca juga: Diminati Masyarakat, Begini Tips Usaha Kue Jajanan PasarUntuk menambah nilai jual dari hasil panen domba yang biasa digunakan pada momen tertentu, para peternak perlu memikirkan langkah strategis demi meningkatkan penjualan.
Di antaranya dengan mengolah produk turunan domba menjadi makanan siap saji atau kalengan. Dengan hal ini, produk berupa daging yang dipasarkan akan lebih tahan lama, dan lebih mudah untuk dipasarkan.
Jangan lupa, produk turunan yang higienis juga perlu dipastikan dalam hal ini. Hal itu dilakukan demi menambah keyakinan konsumen.
Sertifikasi halal Berbicara peternakan domba dari hulu-hilir yang melekat dengan ummat Islam. Tentu para peternak juga perlu memperhatikan kehalalan dalam setiap proses kegiatan di peternakannya.
Mulai dari perolehan bibit, penyembelihan, pengolahan produk turunan, hingga pemasaran.
Baca juga: Tips Jalankan Bisnis Kuliner PascapandemiUntuk itu, sertifikasi halal menjadi hal penting yang tidak bisa terlewatkan. Apalagi, pemerintah juga terus berupaya untuk mendorong Indonesia menjadi produsen halal global.
Selain mendukung Indonesia sebagai pusat halal global, melalui sertifikasi halal juga dapat meningkatkan daya saing dan nilai jual sebuah produk, terutama dari hasil panen peternakan domba.
(zul)