Langit7, Jakarta - Perkembangan teknologi yang cukup pesat 'memaksa' masyarakat untuk bisa beradaptasi dan memanfaatkannya. Apalagi, di tengah situasi pandemi Covid-19 menjadikan pola konsumsi masyarakat turut mengalami pergeseran dengan memanfaatkan teknologi.
Walaupun diyakini bakal menjadi penopang dari konsumsi global di masa mendatang, kenyataannya ekonomi digital di Tanah Air masih memiliki berbagai tantangan.
Baca juga: Betulkah Pekerjaan Manusia Bakal Digantikan AI? Ini Jawaban CEO WIR GroupMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan, kebutuhan akan infrastruktur, SDM, literasi digital, regulasi, dan pola pikir menjadi penting dalam mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi.
“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mempercepat penciptaan talenta digital baru. Pengembangan ekonomi berbasis digital juga telah dilaksanakan melalui peningkatan infrastruktur digital, pelatihan, penerbitan regulasi, penyediaan ekosistem UMKM, serta penyediaan pembiayaan,” ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (29/10).
Pada tahun ini, adopsi teknologi diperkirakan akan berkembang pesat. Di mana transformasi industri selanjutnya akan mengarah kepada “Society 5.0 atau
Society of intelligence”.
Baca juga: UMK Binaan Pertamina Dukung Gelaran MotoGP MandalikaArtinya, ruang fisik dan dunia siber akan terintegrasi dengan kuat. Teknologi baru seperti
Metaverse, Blockchain, NFT, dan Web 3.0 juga akan menjadi tren baru di setiap lini kehidupan masyarakat.
"Generasi muda di negara kita harus mulai bersiap untuk menguasai berbagai keterampilan yang diperlukan di bidang-bidang ini," tegasnya.
Airlangga menyebutkan, akselerasi dalam peningkatan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak. Konsep pembangunan 'pentahelix', di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi perguruan tinggi, pengusaha, dan media berperan dalam pembangunan ke depan.
Untuk itu, pemerintah akan terus mendukung peningkatan kualitas SDM melalui APBN 2022, dengan anggaran pendidikan mencapai R542,8 triliun.
“Saya harap generasi muda senantiasa mengembangkan diri dan menambah pengalaman soft-skill maupun hard-skill. Terus pertahankan semangat belajar serta aktif berinovasi demi percepatan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Indonesia ini," tambahnya.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 4 Filosofi Pempek yang Punya Makna Mendalam(zul)