LANGIT7.ID, Jakarta - Angka kasus harian Covid-19 di Indonesia mencapai 12.422 kasus per Minggu (30/1/2022). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga terus menggenjot upaya
testing dan tracing sebagai bentuk usaha deteksi dini.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan kenaikan
positivity rate dalam seminggu terakhir terjadi seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi.
"Disisi lain, hal tersebut juga sejalan dengan ditingkatkannya angka
testing dan tracing,” ujar Nadia dalam rilis yang diterima Langit7, Senin (31/1/2022).
Nadia menambahkan, untuk mendapatkan data yang komprehensif, sebaiknya data dilihat dalam 7 hari terakhir, tidak hanya fokus pada data harian saja.
Baca juga:
Menkes Prediksi Gelombang Omicron Lebih Besar dari Varian Delta“Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 4805 agar kita dapat melihat perkembangannya dalam 7 hari dan tidak terfokus dengan data harian saja. Hal ini agar kita dapat melihat data secara utuh sehingga dapat memperoleh informasi yang tepat,” tambah Nadia.
Kenaikan
positivity rate ini menunjukan kemampuan deteksi Indonesia dalam hal testing dan tracing. Per tanggal 30 Januari 2022, jumlah orang yang di tes adalah 5,75 per 1.000 penduduk per minggu. Angka ini jauh diatas angka anjuran WHO, yakni 1 per 1.000 penduduk per minggu.
Menurut Nadia, peningkatan kuota
testing dan tracing ini merupakan bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru.
"Ini juga merupakan usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala Covid-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu. Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian Omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala,” terang Nadia.
Meski ada kenaikan angka kasus dalam satu minggu terakhir, namun pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengantisipasi dengan menyiapkan kapasitas tempat tidur perawatan Covid-19. Diharapkan hal ini dapat menjawab kekhawatiran masyarakat.
Baca juga:
Jangan Panik, Ini 8 Cara Ampuh dan Cepat Atasi DemamSecara nasional, total ketersediaan tempat tidur
(bed occupancy rate/BOR) perawatan Covid-19 saat ini berjumlah 78.825 yang dapat tingkatkan sampai dengan kapasitas maksimal 156.847 tempat tidur.
Untuk Jakarta, BOR di 196 rumah sakit rujukan saat ini di 6.496 dari 13.777 kapasitas tempat tidur yang tersedia.
"Dalam kondisi yang dibutuhkan, BOR di Jakarta dapat dikondisikan hingga mencapai 21.000. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir, kapasitasnya masih cukup banyak,” terang Nadia.
Nadia meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol ketat untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang lebih massif.
(sof)