LANGIT7.ID, Jakarta - Niat yang kuat adalah kunci utama kesuksesan menghafal Al-Qur'an. Niat harus terus dipupuk dan dibina agar senantiasa bersemayam di dalam hati.
"Dengan metode apapun kalau niatnya kurang kuat, maka akan sulit," kata Yosef di Hotel Sutan Raja, Soreang Kabupaten Bandung, dikutip Selasa (1/2/2022).
Yosef Luqman Nugraha adalah salah satu Wisudawan Program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) Provinsi Jawa Barat. Ia sudah menghafal Al-Qur'an selama delapan tahun dan kini sudah berhasil menuntaskan seluruh hafalan Al-Qur'an 30 juz.
Baca Juga: Pengentasan Buta Alquran Tanggung Jawab Seluruh Elemen Muslim"Jadi sebelum saya ikut program Sadesha, saya sudah menghafal Al-Qur'an, tetapi waktu itu belum mencapai 30 juz. Setelah ikut program Sadesha, baru saya menuntaskan menghafal 30 juz," ucapnya.
Yosef memberikan tips agar hafalan cepat tertanam di kepala. Menurut pengalaman, dirinya minimal membaca dua puluh kali balikan per halaman sampai hafal.
"Tidak ada metode khusus. Lalu ketika sudah hafal, lanjut ke halaman berikutnya sambil mengulang kembali hafalan yang sudah lewat," imbuhnya.
Yosef mengaku banyak tantangan dalam menghafal Al-Qur'an, di antaranya sering timbul rasa malas. "Di situ tantangan terberatnya. Maka, saya lawan rasa malas itu dengan modal niat yang sungguh-sungguh tadi," kata mahasiswa jurusan desain tersebut.
Baca Juga: Hut ke-96 NU, Kemenag Harap Relasi Positif Terus TerjalinSetelah diwisuda menjadi hafidz dalam program Sadesha, Yosef berkewajiban menularkan ilmunya di desa tempat tinggalnya dengan merekrut murid. Ia mengku sudah punya murid sekitar tujuh belas orang, yang akan dibentuk menjadi para penghafal Al-Qur'an.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mewisuda 2.000 penghafal Al-Qur'an dalam Program Satu Desa Satu Hafidz atau Sadesha, di Hotel Sutan Raja, Soreang Kabupaten Bandung, Senin (31/1/2022). Ia terharu, karena di samping bisa meresmikan proyek-proyek infrastruktur yang sifatnya fisik, juga bisa mendukung pembangunan spiritual.
"Hari ini kita dapat rekor Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) dengan jumlah wisuda terbanyak dalam satu hari sekitar 2.000 orang diwisuda sebagai penghafal Al-Qur'an. Ini memotivasi dan bukan tidak mungkin akan terjadi di negara lain," ucap Kang Emil.
Sadesha merupakan program keumatan sebagai implementasi misi dari Provinsi Jabar, yaitu Jabar Juara dalam membentuk manusia Pancasila yang bertakwa melalui peningkatan peran masjid dan tempat ibadah.
Baca Juga: Relawan Selamatkan Pria yang Terkena Serangan Jantung saat Shalat di Masjidil Haram(zhd)