Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Bingung Pilih Ilmu Agama atau Ilmu Umum? Ini Solusinya

Muhajirin Selasa, 08 Februari 2022 - 15:01 WIB
Bingung Pilih Ilmu Agama atau Ilmu Umum? Ini Solusinya
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama Mazhab Maliki asal Maroko, Syaikh Dr. al-Basyir 'Isham al-Marakisyi, menjawab kebingungan para penuntut ilmu dalam memilih ilmu agama dan ilmu umum.

Syaikh al-Basyir menyebut, banyak mahasiswa yang tengah belajar ilmu umum di berbagai universitas bingung tetap melanjutkan kuliah atau keluar memperdalam ilmu agama.

"Jawabannya, bahwa seorang muslim yang bertauhid haruslah mengetahui tujuan yang akan dicapainya setelah dia mengetahui persiapan dalam dirinya," kata Syaikh al-Basyir, dikutip akun @shahih.musim, Selasa (8/2/2022).

Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i dalam Kitab Ijabatus Sa'il 'ala Ahammil Masa'il menjelaskan, ilmu yang wajib dipelajari terlebih dahulu adalah ilmu syar'i (ilmu agama). Setelah menguasai ilmu syar'i, dipersilahkan belajar ilmu umum seperti kimia, fisika, dan lain sebagainya.

"Setelah Anda pelajar perkara yang memberikan manfaat kepada anda dan anda mengenal akidah yang benar, tidak apa-apa bagi Anda mempelajari ilmu yang mubah yang anda inginkan," kata Syaikh Muqbil.

Syaikh Muqbil menegaskan, para ulama tidak mengharamkan ilmu-ilmu umum. Namun, setiap muslim sudah sepatutnya memprioritaskan ilmu agama, karena itu merupakan landasan dan pedoman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Keberadaan ulama di tengah masyarakat sangat bermanfaat. Sebab, para ulama akan mengajarkan tentang kewajiban-kewajiban seorang dokter, insinyur, pengusaha, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ilmu, Iman, dan Amal dalam Islam tidak Bisa Dipisahkan

Sementara, KH Hasyim Asyari dalam kitab Adab al 'Alim wa al-Muta'allim, menerangkan, setiap penuntut ilmu lebih memprioritaskan ilmu-ilmu yang bersifat fardhu 'ain. Dia menyebut ada 4 ilmu yang wajib dipelajari setiap murid.

Pertama, ilmu tauhid, ilmu yang yang membahas masalah ketuhanan. Sehingga, ia nanti akan berkeyakinan bahwa Allah itu maujud, mempunyai sifat qadim (kekal), yang akan selalu tetap ada sampai kapan pun serta bersih dari sifat kurang dan mempunyai sifat sempurna.

Kedua, sifat-sifat Allah. Ilmu ini untuk mengetahui bahwa Allah mempunyai sifat-sifat dua puluh. Dalam hal ini, murid tahu yang Maha Tinggi itu mempunya sifat Kuasa (Qudrat), Berkehendak (Iradat), sifat Ilmu (Al-'Ilm), Hidup (Hayat), Mendengar (Sama'), Melihat (Bashar), dan Berbicara (Kalam).

Pada perkembangannya, murid bisa mengetahui dalil-dalil sifat Allah lebih dari apa yang dijelaskan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka hal itu lebih sempurna.

Ketiga, ilmu fikih. Ilmu ini untuk mengetahui dan mengantarkan kepada ketaatan kepada Allah, seperti cara-cara bersuci, shalat, dan puasa. Jika murid mempunyai harta melimpah, maka ia harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan harta tersebut. Ia tidak diperbolehkan mengamalkan ilmu sebelum mengerti hukum-hukum Allah.

Keempat, ilmu tasawuf. Ilmu ini yang menjelaskan tentang berbagai keadaan, makam, tingkatan, dan membahas rayuan dan tipu daya nafsu serta hal-hal yang berkaitan dengannya.

Menurut KH Hasyim Asy'ari, secara keseluruhan, hal-hal di atas telah dibahas oleh Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayat al-Hidayah, juga oleh Sayyid Abdullah bin Thahir dalam Kitab Sullam at-Taufiq.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)