LANGIT7, Jakarta - Permintaan
produk organik terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, meningkatnya permintaan itu tidak hanya terjadi di pasar domestik, tapi juga hingga level global.
Hal tersebut diperkuat dari data Organic Trade Association (OTA) yang mengungkapkan penjualan produk organik di dunia mencapai 47 juta dollar Amerika Serikat dan diproyeksikan meningkat hingga 60 juta dollar Amerika Serikat pada tahun ini.
Baca Juga: Hasilkan Rupiah Sekaligus Atasi Masalah Sampah OrganikMenurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia memiliki jumlah produsen produk organik sekitar 17.948 produsen, dengan luas lahan mencapai 280.000 hektar pada 2020. Pemerintah mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesadaran terhadap produk organik. Lantaran, produk organik lebih sehat dan berkualitas.
Peluang itulah yang dimanfaatkan muslim asal
Bogor, Hasan Nawangga untuk mengembangkan pertanian organik di daerahnya Kecamatan Tenjolaya, Bogor. Di sana Hasan dipercaya menjadi Ketua Poktan Wiguna Tani Mukti. Dia bersama petani lainnya mengembangkan
budi daya holtikultura, seperti sayur organik.
"Kita bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat dalam pengembangan pertanian organik di lahan seluas 23 hektare ini," kata dia dikanal YouTube agromaritim.
Baca Juga: Dorong Pengembangan Budi Daya, IPB Datangkan 1.000 Ikan HiasSelain sayuran organik, sebagian anggota Poktan Wiguna Tani Mukti juga berfokus pada peternakan. Sehingga, sistem yang diterapkan merupakan bagian dari konsep pertanian berkelanjutan.
"Jadi kita manfaatkan dari ternak itu ke tanaman, sehingga terjadi kita kesinambungan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di sini," ujarnya.
Adapun berbagai
produk pertanian yang dihasilkannya yakni buncis, bayam, sawi, pakcoy, kangkung, dan jenis buah-buahan lainnya. Dari hasil panennya itu, dia memasarkannya kepada beberapa mitra seperti hotel, restoran, dan rumah sakit.
Baca Juga: Jokowi Minta Produktivitas Pertanian di Papua Barat Ditingkatkan"Kita sama dinas pertanian itu dihubungkan antara si kelompok tani untuk langsung ke pasar. Jadi tidak ada
bypass yang panjang," ungkapnya.
Sementara dari
peternakan ayam pedaging, selain menjual hasil panennya, dia juga memanfaatkan limbah peternakan untuk diolah menjadi pupuk. "Setiap minggunya kami selalu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Alhamdulillah pasar juga sudah menerima produk kami dengan baik," katanya.
Sebagai milenial, Hasan mengajak generasi pemuda untuk turut serta dalam mendorong pertanian nasional. Sebab, dengan berkembangnya teknologi, segala informasi, baik cara pengelolaan pertanian modern, hingga pemasaran menjadi lebih mudah.
"Untuk itu di Poktan Wiguna Tani Mukti ini saya juga mengajak kaum kaum milenial yang ada disekitar untuk meningkatkan produktivitas diri maupun pertanian di sini," ucapnya.
Baca Juga:
Dapat Untung Bersih Rp500 Juta Dari Peternakan Ayam Modern
Sumsel Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp138 Miliar ke 11 Negara(asf)