Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home community detail berita

Paja Genep Songo Community, Komunitas Motor Asal Pesantren

Jaja Suhana Jum'at, 11 Februari 2022 - 19:00 WIB
Paja Genep Songo Community, Komunitas Motor Asal Pesantren
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak orang yang beranggapan bahwa komunitas atau geng motor identik dengan ugal-ugalan di jalan dan mengganggu ketertiban umum. Ada juga stereotip yang mengatakan bahwa geng motor jauh dari agama.

Lain halnya dengan sebuah komunitas motor bernama Paja Genep Songo Community (PGSC). Sebuah komunitas motor yang berdiri pada 12 Juli 2012 silam itu, dibentuk dengan semangat silaturahmi dan keislaman yang kuat.

"Komunitas motor tidak seburuk yang masyarakat umum kira, tergantung dari niat pembentukan awalnya," kata Pendiri PGSC, Abdul Azis, kepada Langit7, Jumat (11/2/2022).

Paja Genep Songo Community, Komunitas Motor Asal Pesantren

Berawal dari keinginan berkumpul kembali, beberapa alumni Pesantren Persatuan Islam (PPI) 69 Jakarta, Abdul dan kawan-kawan memutuskan mengadakan kopi darat (kopdar). Dari pertemuan tersebut kemudian mereka bersepakat untuk pergi bersama dengan menggunakan motor ke tempat salah satu teman mereka yang menikah di Bogor. Setelah itu, perjalanan tersebut dilanjutkan ke daerah Puncak, Bogor.

"Ternyata enak juga ya naik motor rame-rame, akhirnya dari situ kita putuskan untuk membuat komunitas motor," ujar Abdul Azis.

Abdul bersama kawan-kawan PGSC kemudian rajin mengikuti pertemuan komunitas lain agar dapat gambaran bagaimana membentuk komunitas dan sistem di dalamnya. Baginya kepengurusan dalam komunitas itu penting agar komunitas bisa berkembang.

"Paja itu bahasa padang, artinya orang-orang, Genep Songo itu bahasa Sunda dan Jawa artinya 69, 69 kita ambil dari nama pesantren kita, yaitu Pesantren Persatuan Islam 69," ujarnya.

"Jadi lebih Indonesia banget lah karena ada bahasa padang, Sunda dan Jawa," lanjutnya.

Paja Genep Songo Community, Komunitas Motor Asal Pesantren

Pria asal Padang itu menjelaskan pemilihan logo Burung Gagak mengacu kepada kisah dua burung gagak yang saling serang hingga salah satunya mati, kemudian yang masih hidup menggali tanah dan menguburkan gagak yang mati tersebut. Kisah itu diabadikan di dalam Al-Qur'an sebagai petunjuk Allah bagi anak Nabi Adam, Qabil untuk mengubur saudaranya Habil yang ia bunuh.

"Sedangkan bintang merah di tengah burung gagak berlambang keberanian, ada juga beberapa teman yang bilang bahwa bintang ini ibaratkan hati kita terpaut sama Allah," katanya.

Selain Abdul Azis, ada 11 orang temannya yang membentuk komunitas tersebut yang dia sebut sebagai "assabiqunal awwalun". Di antaranya Wakil Ketua Umum Ahmad Zuhdi, kemudian Sekretaris Muhammad Syaikhu, dan Bendahara Muhammad Abduh. Ada juga seksi touring yang bertugas mengagendakan perjalanan bernama Zulfikar.

"Para pendiri ini pas banget pada tahun 2018 pada nikah, termasuk saya sendiri, sehingga sudah mulai susah kumpul," katanya.

Paja Genep Songo Community, Komunitas Motor Asal Pesantren

Sebelumnya PGSC rutin mengadakan kopdar di daerah Duren Sawit Jakarta Timur, membahas berbagai agenda kegiatan seperti touring dan silaturahmi ke rumah anggota secara bergiliran. Targetnya menjadi komunitas yang dikenal di Jakarta Timur.

"Kita juga berkunjung ke berbagai komunitas lainnya sambil mengenalkan diri. Lalu bertukar stiker atau emblem komunitas yang dipasang di rompi," ujarnya.

Selain kumpul sesama anggota dan melakukan perjalanan, komunitas motor tersebut juga terlibat aktif dalam kegiatan bakti sosial. Salah satunya membantu penggalagan dana untuk korban konflik di Palestina, bekerjasama dengan Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Baca Juga: Waketum DMI: Santri Siap Hadapi Perubahan Masa Depan

Saling mengajak dan mengingatkan shalat serta tidak ugal-ugalan merupakan ciri dari Komunitas Paja Genep Songo. Selain itu komunitas tersebut juga telah terdaftar di kepolisian.

"Waktu itu di Monas, pihak kepolisian bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengadakan pendataan komunitas. Jadi kita itu merupakan komunitas, bukan gengster yang kumpul dan bikin rusuh," katanya.

Saat ini, kegiatan PGSC terbatas di pertemuan sebulan sekali. Salah satu agenda terdekat, yakni family gatering dalam rangka perayaan 10 tahun komunitas, yang jatuh pada bulan Juli 2022.

Baca Juga: Erick Thohir Nilai Pesantren Berpotensi Beri Ekonomi Strategis

"Untuk konvoi kita udah jarang banget, terakhir pada acara familiy gathering tahun 2018 yang lalu," katanya.

Abdul Azis menegaskan apa yang dibangunnya saat ini bukan merupakan hal yang sia-sia. Komunitas motor tersebut membuatnya kembali dekat dengan teman-teman alumni, juga menambah teman-teman baru yang sebelumnya belum dikenal.

"Prinsip kami setiap ada member baru diusahakan main ke rumahnya, bersilaturahmi dengan kedua orangtuanya," ujar Abdul Azis.

"Saya benar-benar senang menjalaninya," imbuhnya.

Baca Juga: Cerita Inspiratif Pembangunan Sumber Air Ponpes Modern Gontor

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)