LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai pendekar Aswaja, KH Muhammad Idrus Ramli, mengingatkan para orang tua untuk memberikan pendidikan berbasiskan agama Islam pada anak-anaknya.
Dia menyebut akhir zaman penuh fitnah, termasuk orientasi pendidikan bergeser dari mencari ilmu ke hanya sebatas mencari kerja saja. Orang-orang berlomba-lomba mencari formalitas ijazah strata 1 sampai strata 3 demi mendapatkan pundi-pundi rupiah.
Kondisi tersebut yang membuat eksistensi pondok pesantren sangat penting di tengah masyarakat. Dia menilai, lembaga pendidikan paling bagus dan direkomendasikan pada akhir zaman ini adalah pondok pesantren.
"Mengapa? karena pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mengajarkan keimanan dan ketakwaan. Artinya, di pesantren itu pendidikan yang diajarkan tidak hanya secara zhahir, tetapi juga secara batin. Pesantren ini satu-satunya benteng umat Islam di akhir zaman," kata Kiai Idrus saat mengisi kajian di Pesantren Al-Mustaqim Beji Depok, Jumat (11/2/2022).
Dia mengutip hadits Rasulullah SAW yang menyebut umat Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing. Orang-orang paling beruntung adalah mereka yang masuk ke golongan terasing tersebut.
Orang terasing itu dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi, yani orang-orang yang menjalankan keshalehan ketikan banyak orang berbuat kerusakan.
Kiprah pondok pesantren dalam mencetak anak-anak shaleh dan shalehah tidak perlu diragukan lagi. Ini karena ilmu agama diajarkan secara penuh di lembaga tersebut. Berbeda dengan lembaga pendidikan umum, ilmu agama hanya sebatas formalitas saja.
"Misalnya, akhlak (anak) tidak dijaga, pergaulan tidak dijaga, ibadah tidak dijaga, akidah tidak dijaga. Tapi kalau di pondok pesantren, akhlak (anak) dijaga, mulai dari akhlak kepada orang tua, akhlak kepada guru, kepada sesama. Ibadah dijaga, istiqamah menjalankan ibadah lima waktu. Apalagi, akidah dan keimanan, di pondok pesantren benar-benar dijaga," ucap Kiai Idrus.
Pesantren Lembaga Paling SehatDi sisi lain, kata Kiai Idrus, pondok pesantren merupakan lembaga paling sehat. Ini karena para santri jarang bercampur dengan orang-orang luar. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
"Artinya, pondok pesantren adalah lembaga paling bagus untuk menjaga dan mendidik anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Orang tua tidak perlu khawatir jika anak di pondok pesantren," ucap beliau.
Atas pertimbangan itu, Kiai Idrus mengingatkan para orang tua agar tidak perlu khawatir menyekolahkan anak mereka ke pondok pesantren. Terutama pada era globalisasi saat ini. Orientasi belajar bergeser hanya sebatas formalitas saja.
Ini bisa dilihat ketika anak-anak muda berlomba-lomba mencari sekolah favorit, meski tidak ada intensitas pelajaran agama di sana. Belum lagi lulusan sekolah menengah atas yang berlomba-lomba mendapatkan S1 sampai S3.
Akibatnya, mereka datang ke ruang kelas dengan tujuan mendapatkan ijazah saja. Kala ujian pun demikian. Tidak ada motivasi mendapatkan ilmu, hanya ingin mendapatkan nilai bagus agar bisa memperoleh pekerjaan bagus.
Berbeda halnya dengan suasana di pondok pesantren. llmu benar-benar diajarkan, saat ujian harus betul-betul lulus, dan tidak ada pesanan agar diluluskan. Pada poin ini, pondok pesantren lebih relevan dengan perkembangan zaman. Sebab, perkembangan dunia saat ini membutuhkan peran fungsional, bukan formalitas.
Kerap ditemukan, sarjana-sarjana yang bingung mencari kerja diungguli oleh santri-santri yang memiliki ilmu agama tinggi. Ini karena memiliki gelar membludak, sehingga tak lagi menjadi kebutuhan.
"Ke depan itu, orang bukan pada formalitas, lebih kepada fungsional. Artinya, orang-orang yang ahli dalam ilmu agama, walaupun tidak punya formalitas lebih laku daripada orang yang segudang formalitas tapi keilmuannya minim dalam agama," ucap Kiai Idrus.
(jqf)