LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Nurul Ikhsan yang berlokasi di Kabupaten Cirebon tengah memasuki tahap kedua pembangunan. Yakni pembangunan lantai dua dan atap masjid. Masjid Nurul Ikhsan, merupakan bagian dari kompleks rumah Almarhum H Abdullah bin H Usman, orangtua dari Dr Ikhsan Abdullah, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW).
"Nantinya masjid Nurul Ikhsan akan menggantikan Masjid Saung yang sebelumnya digunakan sebagai tempat sementara warga beribadah dan tempat anak-anak mengaji," ujar Ikhsan Abdullah, dikutip dari Halal Watch Indonesia, Ahad (13/2/2022).
Putra dari almahum H Abdullah tersebut mengatakan nantinya Masjid Saung akan dipergunakan sebagai taman masjid Nurul Ikhsan. Tempat berkegiatan masyarakat dan jemaah masjid.
Baca Juga: Cara Merapatkan Shaf Saat Shalat Jamaah, Tak Perlu Sempit-SempitanMasjid Nurul Ikhsan dibangun di area seluas 250 meter, memiliki taman yang indah seluas kurang lebih 2500 meter. Menyatu langsung dengan Masjid Saung. Masjid Saung sendiri digunakan untuk menampung sementara jemaah pada saat masjid Nurul Ikhsan dibongkar. Pembangunan masjid Nurul Ikhsan diperkirakan rampung pada bulan Ramadhan tahun ini (1443 Hijriyah).
"Nantinya, masjid saung yang ada di atas kolam akan dijadikan taman masjid," ujarnya.
Ikhsan Abdullah ingin agar seluruh tempat di lokasi tersebut bermanfaat untuk masyarakat. Di tanah seluas kurang lebih 4700 meter tersebut didedikasikan untuk kegiatan ekonomi dan keagamaan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Baca Juga: Film sebagai Media Dakwah dan BisnisDi rumahnya sendiri yang tidak jauh dari masjid Nurul Ikhsan, dijadikan klinik 24 jam sebagai tempat rujukan berobat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Hal itu dikarenakan ke Rumah Sakit terdekat seperti RS Jatibarang cukup jauh sekitar 20 KM dan ke RS Harjawinangun sekitar 12 KM.
"Jadi agak susah kalau masyarakat yang berjumlah 36 ribu penduduk harus berobat jauh," katanya.
Selain pembangunan masjid, di area rumah tersebut juga dibangun yayasan generasi Al-Qur'an Masjid Nurul Ikhsan. Juga dibangun toko roti miliknya, yakni Aloha Bakery, kemudian sebuah cafe dan butik untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Uang Temuan Terlanjur Digunakan, Berdosakah?(zhd)