LANGIT7.ID, Jakarta - Berawal dari meliput kegiatan terapi kesehatan, seorang jurnalis salah satu media memutuskan untuk terjun langsung belajar menjadi seorang terapis kesehatan. Adalah Dadang, seorang video jurnalis (VJ) Ummat TV yang memutuskan ikut pelatihan terapi totok punggung Indonesia pada 2018 silam.
"Awalnya saya seorang jurnalis dari tahun 2006. Ketika saya menikah dan punya anak, namun qadarullah, anak kami ternyata memiliki kebutuhan khusus sehingga tidak ada perkembangan yang signifikan. Akhirnya saya bersama istri memutuskan belajar totok punggung," ujar Kang Dadang panggilan akrabnya, saat berbincang dengan Langit7, Ahad (13/2/2022).
"Saya menjadi topuris (totok punggung terapis) sejak 2018. Saya bersama istri belajar sebetulnya semuanya untuk anak," lanjutnya.
Baca Juga: 11 Perkara Ini Dapat Batalkan Shalat Versi Kitab Fathul QaribIa tertarik mengikuti pelatihan totok punggung karena terapi tersebut memiliki kajian ilmiah sendiri. Bahwa segala penyakit sumbernya ada di saraf dan saraf terbanyak ada di bagian punggung.
"Oleh karena itu Rasulullah menganjurkan hijamah atau bekam melalui punggung," katanya.
Dadang merasakan banyak manfaat setelah mempelajari keahlian totok punggung. Ketika anggota keluarga atau kerabatnya ada yang sakit, tidak perlu terburu-buru pergi ke dokter, cukup diberikan pengobatan pertama dengan totok punggung. Selain itu karena istrinya juga ikut belajar, maka mereka bisa saling bergantian melakukan terapi.
"Jadi duel topung, ketika saya sakit, istri yang nopung (notok punggung), sebaliknya, ketika istri sakit maka saya yang nopung ha ha ha," kelakarnya.
Baca Juga: Tekan Laju Omicron, Pemerintah Terus Gencarkan 3T dan VaksinasiPria yang tinggal di Ciledug, Tangerang itu mengatakan saat ini ia banyak meliput berbagai kegiatan-kegiatan podcast, serta melakukan peliputan beberapa acara pelatihan totok punggung. Ia menilai pelatihan totok punggung mudah dipahami karena metodenya tidak terlalu rumit.
"Alatnya cuma jari tangan saja dan minyak zaitun untuk melemaskan otot," katanya.
Menurut Dadang, banyak dari kaum perempuan yang ikut pelatihan totok punggung. Alasannya kaum peremuan lebih peduli terhadap kesehatan dibandingkan laki-laki.
Kesehatan memang menjadi hal penting dan metode pengobatan alternatif menjadi pilihan lain, apabila dengan pengobatan medis belum menemukan kesembuhan. Ada berbagai pengobatan alternatif namun menurutnya yang paling memuaskan adalah totok punggung.
"Selain mengobati, pada saat terapi totok punggung kita juga memberikan ilmunya, yaitu dasar-dasar pengetahuan totok punggung. Kita menjelaskan bila dalam keadaan darurat, semisal ada orang yang muntah-muntah atau pingsan, bantulah dengan totok punggungnya di bagian tertentu," ujar Dadang.
Baca Juga: Pramusim MotoGP Hari Pertama Sukses, Kapolda NTB Apresiasi Kesiagaan PLN Jaga Pasokan Listrik"Namun jika ingin belajar lebih dalam, ada pelatihannya dan bersertifikat," lanjutnya.
Totok punggung merupakan metode pengobatan atau terapi dengan menggunakan jari-jari tangan. Dengan cara menekan, menggoyangkan dan menggetarkan, untuk memberikan stimulus (penotokan) pada titik saraf tertentu.
Komunitas totok punggung saat ini sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke luar negeri, di bawah naungan Yayasan Totok Punggung Indonesia yang diketuai oleh Abdurrachman selaku founder Totok Punggung Indonesia.
Rumah sehat Totok Punggung Indonesia beralamat di jalan H Dehir Lancim No 125 RT 02 RW 02, Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat.
Baca Juga: 5 Tips Psikolog untuk Jaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi(zhd)