Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 31 Agustus 2026
home global news detail berita

Do and Don't dari Dokter Daeng bagi Pasien Isolasi Mandiri

Muhajirin Senin, 26 Juli 2021 - 05:40 WIB
Do and Don't dari Dokter Daeng bagi Pasien Isolasi Mandiri
Pekerja membersihkan kamar di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/7/2021). Pemerintah menyiapkan Asrama Haji Palembang sebagai tempat karantina baru pasien Covid-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada kesalahan fatal yang kerap terjadi dari para pasien isolasi mandiri (isoman) sehingga telat mendapatkan pertolongan. Banyak hal penting seharusnya dijalankan, misalnya, konsultasi rutin ke dokter atau tenaga medis.

Selain itu, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don't), agar pasien tetap terjaga dam terpantau kesehatannya secara medis. Kesalahan fatal biasanya terjadi karena pasien isoman tidak mendapatkan pemantauan dan pengawasan tenaga medis. Kedua, pasien isoman baru mencari pertolongan dokter atau tenaga medis ketika kondisinya memburuk sehingga terlambat menerima penanganan medis.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dokter Daeng M Faqih berbagi tips, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para pasien Covid-19 selama masa isolasi mandiri. Yang pasti, kata dia, waktu ideal bagi pasien isoman Covid-19 berkonsultasi dengan dokter adalah setiap hari.

"Penting untuk konsultasi rutin hingga sembuh. Kalau terhubung dengan dokter, misalnya lewat layanan telemedisin, tentu akan lebih baik penanganannya. Karena ada pendampingan ahli dan ada juga pemberian terapi obat yang lebih terarah,” kata dokter Daeng dalam keterangannya, Ahad (25/7/2021).

Menurut dia, hal yang utama dalam konsultasi saat isoman, jangan lupa sampaikan perkembangan gejala, serta hasil observasi mandiri mulai dari respiratory rate, suhu, dan kadar saturasi oksigen.

Simak tips dari dokter Daeng bagi para isoman, berikut ini:

1. Selama isolasi mandiri, pasien Covid-19 tidak boleh melakukan kegiatan yang menyebabkan kelelahan pada fisik dan mental.

2. Pasien boleh berolahraga, namun dalam jumlah yang normal dan tidak mengganggu kadar oksigen di dalam tubuh.

3. Selama isolasi mandiri, pasien Covid-19 jangan panik. Sebisa mungkin selalu berpikiran positif dengan berbagai cara. Misalnya, dengan menghubungi kerabat secara virtual atau membaca buku.

4. Saat isolasi mandiri, pasien harus mampu mengenali ciri- ciri perburukan gejala. Selain memantau kadar oksigen dan suhu tubuh pasien bisa mengenali gejala perburukan dengan mengecek jumlah hembusan napas.

5. Jika respitatory rate sudah melebihi 24 kali dalam waktu satu menit artinya pasien sudah mengalami durasi napas lebih pendek. Terjadi gejala gangguan napas yang harus dikonsultasikan kepada dokter.

6. Gejala perburukan bisa dilihat dari perasaan sesak napas atau tertekan yang dialami pasien. Meski mendapatkan hasil saturasi di atas 95 persen, jika pasien mengalami sesak, ada baiknya segera menghubungi dokter dirujuk ke rumah sakit.

7. Perburukan gejala bisa dilihat dari ujung tangan, kaki, dan bibir yang membiru atau dalam istilah medisnya dikenal sebagai cyanosis.

8. Jika pasien tidak merasa sesak atau tidak merasa dadanya tertekan, pasien dengan cyanosis harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit karena tubuhnya menunjukkan kekurangan oksigen.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 31 Agustus 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan