Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tips Jitu Agar Santri Baru Betah di Pondok Pesantren

Muhammad Hamzah Aryanto Senin, 28 Juni 2021 - 11:42 WIB
Tips Jitu Agar Santri Baru Betah di Pondok Pesantren
Santri baru Pondok Modern Darussalam Gontor (sumber: Youtube Gontor TV)
LANGIT7.ID - Salah satu persoalan yang kerap dihadapi oleh santri ialah homesick atau kangen rumah, terlebih untuk para santri baru. Begitu banyak alasan para santri merasakan titik jenuh di pesantren. Ada yang kangen orang tua, peraturan yang ketat atau mungkin faktor lingkungan yang asing bagi santri.

Lalu bagaimana cara agar anak betah di pesantren?

Syafiq Raj salah satu Santri Ponpes Dalwa Pasuruan memberikan beberapa tips melalui channel Youtube-nya. Berikut beberapa cara yang harus dilakukan santri agar betah di Pondok Pesantren:

Tekad dan Niat yang Kuat

Terkadang, pilihan mondok di pesantren bukan atas keinginan sendiri tapi orang tua. Namun meski begitu tentu anak wajib mentaati apa yang telah menjadi keputusan orang tua. Agar tidak mengecewakan, maka anak atau calon santri wajib untuk menguatkan niat dan tekad sebab santri sendirilah yang akan menjalani kehidupan di pesantren. Dengan tekad dan niat yang kuat, maka juga akan menghasilkan hal-hal yang baik. Dengan niat yang kuat itu, tanpa disadari segala kondisi dan kesulitan dapat dilalui sehingga anak dapat menjadi santri sejati.

Jangan Suka Menyendiri

Bagi santri yang baru pertama kali masuk pondok, perlu diperhatikan agar jangan sekali-kali menyendiri karena jika kita menyendiri maka akan ada rasa bahwa santri baru tidak memiliki teman. Padahal, begitu banyak teman sesame santri di pesantren.

Santri baru harus mencoba bergaul dan bersosialisasi dengan yang lain. Jika santri baru memiliki kesulitan dalam bergaul, meski membutuhkan waktu yang cukup lama dalam beradaptasi, maka santri perlu memiliki keberanian dan kemampuan untuk memperkenalkan diri kepada lain. Santri baru harus didorong untuk terbuka dalam bergaul dengan santri lain.

Perbanyak Teman


Syafiq Raj menegaskan bahwa pesantren merupakan rumah kedua dan para penghuni pesantren adalah keluarga satu sama lain. Hal Itulah yang perlu ditanamkan dalam diri santri bahwa lingkungan pesantren adalah keluarga.

Rasa kekeluargaan itulah yang dapat mempermudah setiap urusan santri. Kemana saja akan terasa menyenangkan dan lebih aman. Tidak hanya itu, teman sesama santri yang sudah seperti keluarga dapat menjadi tempat keluh kesah bagi santri baru.

Insya Allah, dengan memperbanyak teman maka niat dan maksud untuk pulang dari pesantren akan hilang. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa, dalam memilih teman harus pilah dan pilih agar terus membawa santri ke jalan yang selalu diridai Allah SWT.

Seperti Sabda Rasulullah SAW:

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya dan walaupun tidak, engkau tetap akan mendapatkan aroma bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Dekat dengan Ustaz dan Pengajar

Dengan santri dekat dengan Ustaz atau para pengajar, maka santri baru akan sering mendapatkan berbagai dukungan dan nasehat moril. Sudah semestinya pengajar dapat dianggap oleh santri sebagai orangtua ataupun kakak, yang kemudian dapat mengingatkan santri ketika sedang lupa dan melakukan hal yang menyimpang dari ajaran agama.

Meskipun dekat dengan para pengajar. Akhlak dan etika untuk menjaga sopan santun dan tata krama harus terus dijaga.

Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani

Diketahui bahwa kegiatan pesantren begitu padat. Maka menjaga kesehatan jasmani dan rohani perlu menjadi perhatian santri. Jangan sampai, ketika kegiatan pesantren sedang berlangsung, lalu Kesehatan santri kita menurun. Imbasnya santri akan pulang kerumah dan itu berulang terus sehingga kemungkinan untuk keluar pesantren bisa saja terjadi.

Maka berolahraga dan menjaga asupan makan sehat adalah solusi tepat bagi para santri untuk selalu sehat dan fit dalam menjalani kehidupan di pesantren.

Mengisi Waktu Luang dengan Kegiatan yang Bermanfaat

Dengan banyaknya kesibukan santri di pesantren, maka seyogyanya tidak ada lagi niat untuk pulang kerumah. Semestinya tidak terbesit dalam pikiran santri untuk keluar pondok, melanggar bahkan kabur dari pondok.

Berbagai kegiatan apapun di pondok akan mengalihkan perhatian santri ketika sedang kangen rumah. Namun Ketika waktu luang datang, santri harus bisa menyiasati waktu untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Waktu luang santri dapat digunakan untuk berolahraga, bercengkerama atau berdiskusi dengan teman, beristirahat, ataupun meng-khatamkan sekaligus menghafal al-Quran.

Dengan aktif dalam berbagai kegiatan, santri dapat meningkatkan potensi dan bakat diri. Selain itu juga menambah teman dan pengalaman sekaligus mengalihkan perhatian dari homesick.

Selalu Berdoa

Satu cara yang wajib ditempuh santri agar bisa bertahan di pesantren adalah senantiasa berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT.

Tidak hanya santri, orang tua dan guru juga wajib mendoakan santri agar dapat menerima ilmu yang bermanfaat dan usahanya tidak sia-sia. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa adalah senjatanya orang mukmin, pilar agama dan cahaya langit dan bumi.

Demikian tips bagaimana agar santri bisa betah di pondok pesantren. Semoga dengan tips ini dapat meningkatkan semangat santri dalam meraih ilmu dan rida Allah SWT. Aamiin Ya Robbal ’Alamin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)