LANGIT7.ID, Jakarta - Niat adalah perkara yang amat penting dalam setiap aktivitas manusia. Niat melandasi arah dan tujuan perbuatan manusia, di mana bila baik niatnya, maka baik pula amalnya begitupun sebaliknya.
Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menekankan pentingnya niat bagi orang-orang yang beriman untuk melandasi aktivitas muamalah dan ibadahnya. Ia memaknai niat sebagai kehendak atau maksud, atau satu kondisi dan suasana hati.
Menurut Al Ghazali, niat dikelilingi dua hal, yakni ilmu dan amal atau perbuatan. Ilmu mendahului amal dan amal mengikuti ilmu, karena amal adalah buahnya dan cabang-cabangnya.
Baca Juga: Tiga Kitab Pokok Pondasi Keilmuan Umat IslamAl Ghazali mengatakan bahwa manusia akan jatuh dalam kebinasaan kecuali orang-orang yang berilmu. Namun, orang yang berilmu dapat jatuh binasa kecuali mengamalkan apa yang diketahuinya.
Sementara, orang-orang yang beramal akan binasa kecuali mereka yang ikhlas. Lalu orang-orang yang ikhlas berada dalam bahaya yang besar karena suasana hati manusia selalu berubah-ubah.
Imam Al Ghazali menegaskan, niat, dan ikhlas ibarat dua sisi koin yang tak terpisahkan. Amal perbuatan tanpa niat adalah suatu kesukaran, sedangkan niat tanpa ikhlas merupakan riya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Wahyu Allah Turun kepada Nabi dan Rasul?Al Ghazali lalu menyitir Surat Al Furqan ayat 23:
وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا
Artinya: Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
Baca Juga: Hakikat Rindu Menurut Imam Al Ghazali(zhd)