LANGIT7.ID - , Jakarta - Biaya pendidikan merupakan hal yang wajib disiapkan orang tua yang telah memutuskan untuk memiliki anak. Agar nantinya anak mendapatkan pendidikan yang layak sampai ke jenjang lebih tinggi.
Certified Financial Planner, Annisa Steviani menyarankan bagi pasangan dengan latar belakang ekonomi kurang baik, usahakan memiliki anak harus ada rentang waktu. Hal ini untuk memberi kesehatan keuangan yang terjaga.
Baca juga: Pilih Tinggal di Rumah Sederhana, Azis 'Gagap' Prioritaskan Pendidikan Anak dan Bangun Pesantren"Misal anak pertama telah berumur 5 tahun baru memiliki anak kedua. Agar kita dapat menyekolahkan anak itu tidak terbebani. Namun jika kita memiliki latar belakang ekonomi yang baik (kesehatan keuangan) maka berapapun anak yang kita miliki pasti akan dapat kita sekolahkan dengan baik." kata Annisa dalam webinar "Langkah Praktis dan Krusial: Persiapankan Dana Pendidikan Anak!, Rabu (16/2/2022).
Menurut Annisa, biaya pendidikan anak harus disiapkan dari jauh-jauh hari atau sebelum anak meranjak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan menuju pada bangku kuliah.
"Untuk mempersiapkan dana sekolah itu disesuaikan dengan penghasilan orang tua. Semisal satu bulan memiliki pendapatan tiga juta, maka minimal yang perlu kita tabung sebesar 500 per bulan dan disesuaikan dengan kebetuhan rumah tangga. Karena biaya pendidikan di Indonesia rata-rata terbilang cukup mahal," ucapnya.
Tidak sampai disitu, Annisa juga mendorong orang tua rutin mencari tahu biaya pendidikan di masing-masing tingkatan sekolah sampai kuliah. Mengingat biaya selalu naik setiap tahunnya.
"Misal, uang pangkal pada masa jenjang kuliah 35 juta pada tahun ini, maka perlu dihitung jika anak kita kuliahnya 10 atau 11 tahun kedepan berarti bisa mencapai angka 50 sampai 70 juta. Maka yang perlu disiapkan adalah bagaimana caranya agar pendapatan kita perbulan yang hanya tiga juta mencukupi," tuturnya.
Jika dirasa tidak cukup, ucap Annisa, maka Anda bisa mengalihkan uang tersebut pada sebuah bisnis atau usaha yang dapat menghasilkan dua atau tiga kali lipat keuntungan. Dari angka tiga juta bisa disimpan 500 per bulan. Dan ini harus konsisten dalam menabung. Tidak apa sedikit yang penting konsisten.
Kemudian, Annisa mengatakan ada dua metode untuk menabung uang, yaitu di reksa dana pasar uang untuk tingkat TK dan SD dan di reksa dana pasar saham untuk tingkat SMP, SMA dan kuliah.
Baca juga: Mengenal Prinsip Dasar Metode Montessori untuk Pendidikan Anak"Untuk alokasi dana pada tingkatan sekolah maka yang perlu kita lakukan adalah dana TK. Saat anak sekolah di tahapan tersebut, maka kita harus mempersiapkan dana investasi pendidikan anak pada tahapan selanjutnya," jelas Annisa.
Annisa menerangkan bahwa menabung uang itu terdiri dari dua cara, yakni metode manual dan metode debit otomatis.
"Namun saat ini sangat penting dan wajib kita lakukan adalah dengan metode debit otomatis. Karena di setiap aplikasi telah memiliki cara untuk menghitung dan menganalisis berapa biaya kebutuhan anak pada dunia pendidikan. Sedangkan dengan metode manual. Kita akan repot dalam menghitung sendiri," tutupnya.
(est)