LANGIT7.ID, Lumajang - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Hananto Seno mengungkapkan jika ribuan penyintas Semeru hingga saat ini masih menempati tenda-tenda pengungsian.
Mereka yang hidup di pengungsian sedemikian lama dapat dengan mudah terjangkit wabah penyakit seperti covid-19. Selain itu seringkali pengungsi kehilangan harta benda, termasuk potensi terjadinya pelecehan.
"PDGI ingin kembalikan senyum ceria warga terdampak erupsi Semeru sebelum Ramadhan, kami merasa perlu ikut berpartisipasi dalam program recovery Semeru ini, karena banyak diantara para korban tak tahu lagi harus kemana dan bagaimana menjalani hidup kedepan pascakehilangan segala-galanya," ujar Hananto Seno di sela-sela penandatanganan kerjasama pembangunan huntara Semeru dengan Indonesia Care di Graha PDGI, Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (18/2).
Baca juga: Indonesia Care dan LFU Serahkan Kunci Huntara untuk Pengungsi SemeruPDGI memilih menggandeng lembaga kemanusiaan Indonesia Care karena lembaga tersebut telah resmi ditetapkan sebagai salahsatu lembaga yang mendapat kepercayaan pemerintah kabupaten Lumajang membangun hunian bagi pengungsi sebanyak 15 unit.
"Kami mengenal individu-individu didalamnya. Insya Allah amanah," ujar Hananto dalam rilis yang diterima Langit7.
Dia berharap program sosial seperti ini dapat diteruskan oleh pengurus PDGI selanjutnya yang terpilih dalam konggres PB PDGI Maret mendatang di Balikpapan. "Dalam merealisasikan program PDGI Berbagi untuk Pengungsi Semeru ini kami menggandeng sejumlah mitra perusahaan," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Care, Lukman Azis menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PB PDGI.
"Insya Allah kita akan segera realisasikan pembangunan Huntara dari PDGI di kawasan relokasi resmi yang ditunjuk pemerintah kabupaten Lumajang. Yaitu di desa Sumber Mujur," ungkap Lukman.
Baca juga: Warga Penyintas Erupsi Gunung Semeru Belum Mendapatkan Hunian LayakMantan jurnalis dan aktivis Korps Alumni HMI tersebut optimis sebelum puasa sudah bisa menyelesaikan semuanya.
"PDGI komitmen tahap awal akan membantu pendanaan Huntara sebanyak lima unit dan bisa bertambah," imbuhnya.
Masing-masing unit huntara memiliki luas 4,8 meter x 6 meter dan terbuat dari galvalum (baja ringan) sesuai spesifikasi yang ditentukan oleh nupati Lumajang. " Kami libatkan puluhan personil relawan konstruksi untuk mempercepat pembangunan," jelasnya.
(sof)