Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

OKI Khawatirkan Sentimen Antimuslim Berkembang Cepat di Asia

Muhajirin Sabtu, 19 Februari 2022 - 18:09 WIB
OKI Khawatirkan Sentimen Antimuslim Berkembang Cepat di Asia
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sentimen antimuslim di Asia berada pada tahap memprihatinkan. Muslim India dan Myanmar bisa menjadi contoh. Begitu pun penguasa-penguasa di Asia memperburuk keadaan tersebut.

Kepala Departemen Muslim dan Minoritas OKI, Hassan Abdein, mengatakan, Asia menjadi rumah baru kapitalisme meskipun jauh lebih beragam daripada tempat lain. Asia yang menampung ratusan etnis mengalami populisme elektoral, salah satu efek eksploitatif globalisasi.

Umat Islam kerap menjadi sasaran kekerasan di negara-negara berpenduduk minoritas muslim. “Baik di Myanmar dan Sri Lanka, kami melihat satu kelompok tertentu memobilisasi ujaran kebencian,” kata Abdein, merujuk pada biksu Buddha yang secara terbuka menyerukan genosida terhadap Muslim.

Umat Buddha menjadi minirotasi di negara-negara yang didominasi Hindu. Mereka merekayasa narasi korban untuk memobilisasi massa di negara-negara mayoritas Buddha, seperti Myanmar dan Sri Lanka.

Sentimen antimuslim ini juga terlihat di India, terutama pasca pelarangan hijab di berbagai universitas. Mantan Wakil Tetap Republik Islam Pakistan untuk PBB, Zamir Akram, mengatakan, meski lebih 200 juta muslim tinggal di India, namun tetap versi fasisme sedang berlangsung di tangan Hindutva.

Jutaan muslim mengalami diskriminasi agama dan ras, pembersihan etnis, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan bahkan genosida. Pemerintah Modi di India terang-terangan mengampanyekan kebencian kepada umat Islam.

"Muslim menghadapi masalah dengan dalih penyembelihan sapi dan makan daging sapi, menikahi orang Hindu. Sementara serangan terhadap masjid, pemaksaan memeluk Hindu, penghapusan nama muslim dari jalan-jalan, penjualan wanita muslim secara online dan seruan terbuka untuk genosida terhadap muslim," Zamir, dikutip laman trtworld, Sabtu (19/2/2022).

Diskriminasi Tak Berujung

Zamir mengatakan, pemerintah Modi menggunakan Citizenship Amendment Act (CAA) sebagai senjata untuk mencabut hak Muslim India dan memaksa mereka keluar dari negara itu.

Meskipun populasi Muslim terbesar tinggal di Asia, Muslim menderita diskriminasi sosial dan ekonomi. Di beberapa negara Asia seperti Myanmar dan India, ada kecenderungan peningkatan penargetan sistemik komunitas Muslim.

Direktur Komunitas Muslim dan Minoritas Organisasi Kerjasama Islam (OKI), El Habib Bourane, mengatakan, OKI terlibat dalam dialog konstruktif dengan China selama tiga tahun terakhir membicarakan minoritas Muslim Uighur dan Kazakh dan Uzbekistan.

Dia menjelaskan, umat Islam seluruh dunia harus membuka mata. Muslim Uighur tidak boleh ditinggalkan sendirian menghadapi masalah diskriminasi.

“Delegasi OKI telah mengunjungi kawasan itu dua kali untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Hingga saat ini, PBB belum diizinkan untuk mengunjungi Daerah Otonomi Uighur, Xinjiang, China,” kata Habib, menyoroti pentingnya membangun dialog ini.

Di Rohingya pun sama. Ketua Komite Hak Asasi Manusia dan Anggota Dewan Arakan Rohingya Union, Reza Uddin mengataan, muslim Rohingya telah menderita selama hampir setengah abad.

“Pembatasan agama, perkawinan, kepemilikan tanah, perampasan pendidikan dan kesehatan, pemerkosaan berkelompok dan perdagangan manusia… semua pelanggaran ini adalah cetak biru genosida,” kata Reza.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)