LANGIT7.ID, Jakarta -
Presiden Joko Widodo berpesan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengutamakan pencegahan bencana. Salah satu caranya dengan pelestarian lingkungan.
Hal ini disampaikan Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2022 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/2/2022).
Menurut Presiden, memang ada beberapa bencana yang tidak bisa dicegah seperti gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Tapi tidak sedikit juga yang bisa diantisipasi, seperti banjir.
Baca Juga: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Maret-April"Banjir bisa dicegah dengan penghijauan, begitu juga longsor. Misal dengan penanaman vetiver," kata Jokowi dalam acara yang disiarkan online di YouTube BNPB itu.
"Pelestarian lingkungan, bendungan pendalaman sungai dan saluran air dan lain-lain. Ini harus dilakukan secara sinergis antara BNPB dengan kementerian/lembaga terkait, termasuk pemda dan masyarakat," tambahnya.
Jokowi juga menekankan tentang pembangunan infrastruktur untuk mengurangi risiko bencana. Seperti penanaman vegetasi penghambat ombak tsunami atau angin topan.
"Kita tahu perubahan iklim dunia arahnya akan semakin mengerikan. Semua negara juga sudah ngeri dan sudah mengalami bencana yang sebelumnya tidak ada," ujarnya.
Sebelumnya, BPNB melaporkan sepanjang tahun 2021, mulai 1 Januari hingga 28 Desember 2021, terdapat 3.058 bencana alam di Indonesia.
Bencana banjir mendominasi dengan mencapai 1.288 kejadian atau 42,1 persen, kemudian disusul bencana akibat cuaca ekstrem sebanyak 791 kejadian dan tanah longsor mencapai 623 kejadian.
(bal)