Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

BMKG: Waspada Potensi Fenomena Hujan Es Kembali Terjadi di Maret-April 2022

ummu hani Rabu, 23 Februari 2022 - 17:05 WIB
BMKG: Waspada Potensi Fenomena Hujan Es Kembali Terjadi di Maret-April 2022
Ilustrasi. (Foto: Langit7.ID/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Cuaca ekstrem berupa fenomena hujan es sempat terjadi di sebagian wilayah Surabaya, pada (21/2). Peristiwa yang disertai angin kencang dan kilat atau petir itu terjadi dalam durasi singkat.

Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, mengatakan potensi cuaca ekstrem termasuk hujan es masih berpotensi tinggi terjadi kembali pada periode Maret-April 2022. "Mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi, fenomena berupa puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masih dapat terjadi hingga Maret-April 2022," ujarnya dalam keterangan di situs resmi BMKG dikutip Langit7, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Maret-April

Guswanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan menimbulkan bencana hidrometeorologi. "BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya potensi cuaca ekstrem serta dampak yang dapat ditimbulkan berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, jalan licin, pohon tumbang dan lainnya," tuturnya.

Penyebab Fenomena Hujan Es

BMKG menjelaskan fenomena hujan es disebabkan oleh awan Cumulonimbus (CB) dengan suhu mencapai -80 derajat celcius. Terdapat aliran udara naik sangat kuat yang menyebabkan awan tumbuh tinggi hingga lebih dari 5 km dan membawa uap air dari bagian bawah awan menarik ke atas melewati freezing level.

Baca juga: Heboh Isu Omicron Disebar Lewat Chemtrail Pesawat, BMKG: Hoaks

Selanjutnya, di awan terjadi pengembunan (kondensasi) secara tiba-tiba membentuk bongkahan es dengan ukuran besar. Hal ini terjadi seiring dengan aliran udara ke bawah (downdraft) yang sangat kuat, sehingga tidak sempat mencair saat jatuh ke permukaan tanah karena rendahnya suhu.

Hujan es biasa terjadi dalam waktu yang sangat singkat, selama tiga sampai lima menit disertai angin kencang. Selain itu, sifatnya pun lokal dengan luasan berkisar hanya 5 - 10 km.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Akhir Pekan, Waspadai Hujan Disertai Kilat

Presiden Jokowi Berpesan BPNPB Utamakan Pencegahan Bencana


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)