LANGIT7.ID, Jakarta - Cuaca ekstrem berupa fenomena hujan es sempat terjadi di sebagian wilayah Surabaya, pada (21/2). Peristiwa yang disertai angin kencang dan kilat atau petir itu terjadi dalam durasi singkat.
Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, mengatakan potensi cuaca ekstrem termasuk hujan es masih berpotensi tinggi terjadi kembali pada periode Maret-April 2022. "Mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi, fenomena berupa puting beliung, hujan es, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masih dapat terjadi hingga Maret-April 2022," ujarnya dalam keterangan di situs resmi BMKG dikutip Langit7, Rabu (23/2/2022).
Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Maret-AprilGuswanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan menimbulkan bencana hidrometeorologi. "BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya potensi cuaca ekstrem serta dampak yang dapat ditimbulkan berupa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, jalan licin, pohon tumbang dan lainnya," tuturnya.
Penyebab Fenomena Hujan EsBMKG menjelaskan fenomena hujan es disebabkan oleh awan Cumulonimbus (CB) dengan suhu mencapai -80 derajat celcius. Terdapat aliran udara naik sangat kuat yang menyebabkan awan tumbuh tinggi hingga lebih dari 5 km dan membawa uap air dari bagian bawah awan menarik ke atas melewati freezing level.
Baca juga: Heboh Isu Omicron Disebar Lewat Chemtrail Pesawat, BMKG: HoaksSelanjutnya, di awan terjadi pengembunan (kondensasi) secara tiba-tiba membentuk bongkahan es dengan ukuran besar. Hal ini terjadi seiring dengan aliran udara ke bawah (downdraft) yang sangat kuat, sehingga tidak sempat mencair saat jatuh ke permukaan tanah karena rendahnya suhu.
Hujan es biasa terjadi dalam waktu yang sangat singkat, selama tiga sampai lima menit disertai angin kencang. Selain itu, sifatnya pun lokal dengan luasan berkisar hanya 5 - 10 km.
Baca juga:
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Akhir Pekan, Waspadai Hujan Disertai Kilat
Presiden Jokowi Berpesan BPNPB Utamakan Pencegahan Bencana(asf)