LANGIT7.ID - , Jakarta - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing menuai kontroversi dari banyak kalangan. Menanggapi hal tersebut, CEO dan Founder Santri Motivator School Ustadz Asroni Al Paroya untuk mengambil hikmah dari peristiwa itu.
"Berpikir sejenak, memaknai fadilah-fadilah adzan. Kemudian kita introspeksi diri semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah SWT. Agar kita menjaga shalat dan Allah SWT istiqomahkan diri kita untuk senantiasa bergegas melaksanakan ibadah kepadanya ketika seruan adzan dikumandangkan," ucapnya kepada Langit7, Kamis (24/2/2022).
Dia menambahkan jangan sampai karena pertikaian membahas peristiwa tersebut, umat Islam lupa akan seruan adzan itu sendiri dan keutamaannya.
Baca juga: Kemenag: Analogi Suara Adzan dengan Gonggongan Anjing Hanya ContohDalam kitab Tanqihul Qaul karangan Imam Suyuti pada bab ke delapan, Nabi SAW menjelaskan ada beberapa keutamaan adzan, terkhusus bagi orang yang mengumandangkan, diantaranya :
Pertama, memperoleh kebebasan dari api neraka.
في فضيلة الأذان
قال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أَذَّنَ للصَّلاَةِ سَبْعَ سِنينَ مُحْتَسِبا كَتَبَ الله لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّار}.
Artinya : "Barang siapa yang adzan selama tujuh tahun ikhlas karena Allah, maka Allah menetapkannya bebas dari neraka."
Kedua, wajib mendapatkan surga.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أَذَّنَ ثنْتي عَشَرَة سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ}.
“Barang siapa adzan selama dua belas tahun maka wajib baginya surga.”
Ketiga, dosa-dosa yang telah diperbuat akan diampuni.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ أَذَّنَ خَمْسَ صَلَواتٍ إيمَانا واحْتِسَابا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ من ذنبه}.
“Barang siapa yang adzan lima shalat dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka diampuni dosa-dosa yang sudah terlewat.”
Keempat, akan dijaga dari siksa kubur.
وقال صلى الله عليه وسلم: {ثَلاَثَةٌ يَعْصِمُهُمُ الله تَعَالَى مِنْ عَذَابِ القِبْرِ الشَّهِيدُ والمُؤَذِّنُ والمُتَوفَّى يَوْم الجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الجُمُعَةِ}.
“Tiga orang yang Allah jaga dari siksa kubur: syahid, mu`adzin, dan orang yang wafat pada malam atau hari jum`at.”
Kelima, akan diberikan syafaatnya di hari kiamat dan penutunnya ke surga.
وقال صلى الله عليه وسلم: {مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَقَبَّلَ إبْهَامَيْهِ فَوَضَعَ عَلَى عَيْنيْه وَقالَ مَرْحبا بِذِكْرِ الله تَعَالى قُرة أعْيُنِنَا بِكَ يَا رَسُولَ الله، فأنَا شَفِيعُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ وَقَائِدُهُ إلى الجنَّةِ }
“Barang siapa mendengar adzan kemudian mencium kedua ibu jarinya, kemudian meletakkan pada kedua matanya sambil membaca: marhaban bidzikrillahi ta`ala qurratu a`yunina bika ya rasulullaah, maka akulah pemberi syafaatnya di hari kiamat dan penuntunnya ke surga”.
Baca juga: 5 Tema Khutbah Jumat tentang Adzan dan Adab Syiar IslamKeenam, ketika waktu adzan tiba maka pintu-pintu langit terbuka dan doa Anda akan dikabulkan.
وَقَالَ صلى الله عليه وسلم:{ إذَا كَانَ وَقْتُ الأَذَانِ فُتِحَتْ أبْوَابُ السَّمَاءِ وَاسْتُجيبَ الدُّعَاءُ وإذا كَانَ وَقْتُ الإقَامَةِ لَمْ تَرُدّ دَعْوَتُهُ}.
“Jika waktu adzan tiba maka pintu-pintu langit dibuka dan do`a dikabulkan. Jika datang waktu iqamat maka do`anya tidak ditolak.”
Ketujuh, akan ditetapkannya seribu kebaikan dan seribu kejelekannya akan diangkat.
وقالَ صلى الله عليه وسلم: {مَنْ قَالَ عِنْدَ الأَذانِ مَرْحَبا بالقَائِلينَ عَدْلاً، مَرْحَبَا بالصَّلواتِ وَأَهْلاً، كَتَبَ الله تَعَالى لَهُ أَلْفَ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ دَرَجَةٍ}.
“Barang siapa mengucapkan ketika adzan: 'Selamat datang orang-orang yang mengucapkan keadilan, selamat datang shalat-shalat dan keluarga' maka Allah menetapkan baginya seribu kebaikan, menghapus seribu kejelekan dan mengangkat seribu derajat”.
Baca juga: Asal Muasal Adzan Melalui Mimpi Sahabat Nabi, Benarkah?(est)