Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tiga Tahap Belajar Alquran bagi Anak

Muhajirin Jum'at, 25 Februari 2022 - 17:00 WIB
Tiga Tahap Belajar Alquran bagi Anak
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Alquran perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Itu akan merekatkan hubungan emosional anak-anak dengan Alquran. Pengajar atau orang tua harus menyajikan pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga anak-anak termotivasi membaca Alquran.

Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari mengatakan, hal utama yang harus ditekankan bagi anak-anak adalah cara membaca Alquran dengan baik dan benar. Terutama bagi anak-anak berusia 4-12 tahun.

Jika memasuki umur 8 tahun, orang tua atau guru bisa mengajari makna Alquran, itu untuk menumbuhkan kecintaan mereka kepada kitab suci tersebut. Ini sangat penting, sebab saat sudah baligh, mereka diwajibkan shalat. Sementara, salah satu syarat sah shalat adalah membaca Al-Fatihah.
"Umur 8 tahun ke atas biasanya anak-anak sudah bisa memahami, kalau sudah ada guru yang bagus, itu mereka paham dengan makna makna Alquran. Itu akan menumbuhkan cinta dan bagus dalam membaca Alquran," kata Dzulkarnain melalui akun YouTube-nya, dikutip Jumat (25/2/2022).

Baca: 6 Tahapan Memperbaiki Bacaan Alquran

Sementara Syaikh Fuhaim Musthafa dalam Kurikulum Pendidikan Anak Muslim (2009) menuliskan beberapa langkah efektif untuk mengajari anak-anak membaca Alquran dengan metode talkin. Ada tiga tahap yang harus dilalui.

Pertama, Tahap Pra-pembelajaran.

1. Pengajar atau orang tua mengingatkan anak agar berkonsentrasi dan fokus pada hal-hal yang akan dipelajari dan bacaan-bacaan Alquran yang akan ditelaah.

2. Mengajak anak untuk berdoa agar diberi rahmat dan berkah dari pembelajaran tersebut.

3. Sebelum mengajarkan beberapa ayat dari Alquran, orang tua atau pengajar hendaknya memulai pembicaraan ringan mengenai hikmah dari ayat-ayat Alquran tersebut.

Bagaimanapun juga, belajar membaca Alquran, terutama bagi anak-anak yang tidak berbicara bahasa Arab, tidak seharusnya melafalkan bacaan-bacaan tanpa paham artinya. Maka itu, menjadi kewajiban pengajar dan orang tua membuka topik mengenai tema dan arti pembelajaran pada momen tersebut.

Kedua, Tahap Pembelajaran

1. Sebaiknya, melatih anak membaca Alquran langsung dari mushaf.

2. Selama mengajarkan membaca Alquran, pengajar juga penting memperkenalkan kepada anak-anak tanda-tanda wakaf dan istilah-istilah tajwid untuk memperbaiki bacaan setiap ayat.

3. Pengajar juga sebaiknya memperdengarkan bacaan Alquran kepada anak lebih dari satu kali.

4. Anak diminta membaca ayat-ayat pada surah tersebut sepenggal-penggal secara bersama-sama lebih dari satu kali.

5. Jika mengajarkan Alquran kepada lebih dari satu anak, pengajar dapat membagi waktu. Selagi membenarkan kesalahan yang terjadi pada bacaan satu anak, ia dapat menyuruh beberapa anak mengulangi bacaan surah yang sudah dibaca secara bersamaan.

6. Setelah itu, pengajar meminta anak-anak satu per satu membaca Alquran. Dia bisa melakukan hal ini dengan menyuruh salah seorang anak untuk membaca Alquran setelah ia memberi contoh bacaanya. Kemudian, meminta anak lainnya melakukan hal serupa, dan seterusnya.

Ketiga, Pasca Pembelajaran

1. Pengajar hendaknya mendiskusikan makna surah kepada anak dengan memberikan pertanyaan ringan. Hal ini dimaksudkan agar pengajar benar-benar mengetahui bahwa seluruh anak sudah memahami makna surah dengan baik.

2. Pengajar Alquran harus menanamkan dalam jiwa anak bahwa mempelajari Alquran adalah ibadah. Allah Ta'ala memberikan pahala yang sangat besar bagi orang yang bersungguh-sungguh mempelajarinya.

3. Pengajar juga sebaiknya mempunyai target pada pertemuan itu anak harus mengulangi ayat-ayat yang diajarkan dengan membacanya berkali-kali.

4. Harus diperhatikan oleh pengajar untuk membenarkan bacaan anak supaya jangan sampai terjadi kesalahan. Jika masih terjadi kesalahan, kendatipun sedikit, tidak mustahil akan dibawa sampai dewasa.

Selain langkah di atas, hal penting yang harus diperhatikan adalah peka terhadap perkembangan kognitif sekaligus psikologis anak. Ini agar pengajar bisa menyesuaikan pembelajaran sesuai tingkatan kognitif anak agar mereka dapat memahami pengajaran dengan mudah dan tidak mudah bosan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)