LANGIT7.ID, Jakarta - Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan secara resmi dilarang untuk masuk ke Inggris. Pria asal Rusia tersebut dituding sebagai salah satu orang yang turut terlibat dalam rencana Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam menginvasi Ukraina.
Melansir dari The Sun, Jumat (25/2/2022), pihak keamanan Inggris mengungkapkan Abramovich sudah tidak bisa lagi tinggal di Inggris. Selain itu, pejabat di bagian imigrasi Inggris juga sudah diberi instruksi untuk melarang Abramovich masuk ke negara mereka.
Baca juga: Buntut Serangan Rusia ke Ukraina, Final Liga Champions Dipindahkan ke ParisPenyelidikan soal Abramovich masih terus dilakukan oleh unit kasus khusus 'Home Office' Inggris. Abramovich diduga menjadi salah satu dari 35 oligarki yang mendukung keputusan-keputusan Putin. Jika kabar itu benar, Abramovich dipastikan tidak akan lagi bisa menonton langsung pertandingan Chelsea di Stamford Bridge.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss belum ingin berpendapat apakah Abramovich juga akan dikenakan sanksi atau tidak. Menurutnya, jika Rusia tak kunjung menghentikan konflik dengan Ukraina, kemungkinan besar Inggris akan mempertimbangkan kembali kerja sama mereka dengan Rusia, termasuk pebisnis seperti Abramovich.
Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Andriy Shevchenko: Perang Bukan Jawaban"Kami memiliki daftar panjang dari mereka yang terlibat dalam tindakan kepemimpinan Rusia. Jika Rusia menolak untuk menarik kembali pasukannya, kami dapat terus memanas, menargetkan lebih banyak bank, elite dan perusahaan penting," kata Truss.
Sebagai informasi, Abramovich, memiliki sejumlah bisnis hingga aset di beberapa bank. Dia juga memiliki properti mewah di Inggris, salah satunya rumah di dekat Kensington Palace yang bernilai 125 juta poundsterling atau sekitar Rp2 triliun.
Baca juga:
Rusia Lancarkan Serangan ke Ukraina, Ancaman Perang Dunia?
Masjid Bersejarah Ukraina Terancam Hancur Akibat Invasi Rusia(asf)