Rusia Serang Ukraina, Andriy Shevchenko: Perang Bukan Jawaban
Garry Talentedo KesawaJum'at, 25 Februari 2022 - 18:05 WIB
Pesepakbola asal Ukraina, Andriy Shevchenko. (Foto: Instagram @andriyshevchenko)
LANGIT7.ID, Jakarta - Militer Rusia melancarkan serangan ke Ukraina atas perintah Presiden Vladimir Putin. Hingga Jumat (25/2/2022), operasi militer khusus itu masih berlangsung dengan terjadinya berbagai ledakan di dekat kota-kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kyiev.
Serangan yang dilakukan Rusia menuai berbagai tanggapan dari sejumlah pesepakbola asal Ukraina, salah satunya Andriy Shevchenko. Sheva, sapaan akrabnya, mengungkapkan perasaannya di tengah serangan invasi Rusia yang menelan ratusan korban jiwa warga Ukraina tersebut.
"Pada dini hari, perang skala penuh dimulai oleh Rusia. Orang-orang saya dan keluarga saya diserang. Ukraina dan penduduknya menginginkan perdamaian dan integritas teritorial," ujar Sheva dikutip dari akun Instagram resmi miliknya @andriyshevchenko.
Eks pemain AC Milan dan Chelsea itu meminta kepada pemerintah Rusia untuk menghentikan serangan militer ke negaranya. Sheva mengatakan bahwa Ukraina menginginkan perdamaian, karena perang bukanlah jawaban.
"Tolong saya meminta Anda untuk mendukung negara kami dan memanggil pemerintah Rusia untuk menghentikan agresi dan pelanggaran hukum internasional mereka. Kami hanya ingin perdamaian. Perang bukanlah jawaban," kata Sheva.
Lebih lanjut, pria berusa 45 tahun itu menyerukan kepada semua warganya untuk bersatu membela Ukraina. Menurutnya, selama 30 tahun terakhir, warga Ukraina yang melalui banyak masa sulit sebelum akhirnya terbentuk sebagai sebuah bangsa dengan warga negara yang tulus, pekerja keras dan cinta kebebasan.
"Ini adalah aset terpenting kami! Hari ini adalah waktu yang sulit bagi kita semua. Tapi kita harus bersatu. Dalam persatuan kita akan menang. Kemuliaan bagi Ukraina," jelasnya.
Sebagai informasi, operasi militer yang dilakukan Rusia ke Ukraina bisa memicu perang terbesar di Eropa sejak 1945. Kementerian Dalam Negeri Ukraina melaporkan diserang dengan rudal jelajah dan balistik.
Rusia menargetkan infrastruktur di dekat kota-kota besar seperti Kyiev, Kharkiv, Mariupol dan Dnipro. Ledakan roket itu menerangi langit saat penembakan dimulai di dekat Mariupol.
Rusia kemudian bergerak ke Karkiv, yang berjarak sekira 20 mil dari perbatasan. Penduduk setempat di Kyiev mencari perlindungan ketika ledakan terdengar di luar kota. Sirine serangan udara terdengar di ibu kota dan penduduk Kharkiv berlindung di metro kota. Pemandangan itu belum pernah terlihat di kota-kota tersebut sejak tahun 1941.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”